Eksplorasi dan Karakterisasi Morfologi Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur

Abstract

Kopi arabika (Coffea arabica L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Bondowoso yang memiliki potensi sumber daya genetik untuk dikembangkan. Perbedaan kondisi lingkungan tumbuh menyebabkan adanya variasi karakter morfologi antaraksesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran aksesi, karakter morfologi, tingkat keragaman, dan hubungan kekerabatan tanaman kopi arabika di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksplorasi dengan teknik purposive sampling pada enam kecamatan, yaitu Ijen, Sumberwringin, Pakem, Tlogosari, Cermee, dan Botolinggo. Karakterisasi dilakukan berdasarkan karakter morfologi kualitatif dan kuantitatif pada bagian habitus, daun, buah, dan biji. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, indeks Shannon-Wiener dan kemerataan, analisis klaster UPGMA dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 14 aksesi kopi arabika yang tersebar pada enam kecamatan di Kabupaten Bondowoso. Karakter morfologi menunjukkan adanya variasi antaraksesi, terutama pada karakter buah, biji, dan daun. Namun, hasil analisis indeks keragaman dan kemerataan menunjukkan bahwa seluruh populasi memiliki tingkat variasi yang relatif rendah, dengan Kecamatan Ijen memiliki nilai indeks keragaman dan kemerataan tertinggi yaitu masing-masing sebesar 0,302 dan 0,137. Analisis hubungan kekerabatan menggunakan UPGMA menunjukkan bahwa aksesi kopi arabika terbagi menjadi dua kelompok utama berdasarkan kemiripan karakter morfologi. Kelompok I terdiri atas aksesi Kecamatan Ijen, sedangkan Kelompok II merupakan kelompok terbesar yang selanjutnya terbagi menjadi dua subkelompok, yaitu IIa dan IIb. Analisis PCA menunjukkan bahwa dua komponen utama mampu menjelaskan 62,2% total variasi morfologi, dengan PC1 sebesar 40,5% yang dipengaruhi oleh karakter berat buah, panjang buah, panjang biji, lebar biji, dan tebal biji, sedangkan PC2 sebesar 21,7% dipengaruhi oleh karakter ukuran daun. Pengelompokan tersebut menunjukkan adanya variasi tingkat kemiripan antaraksesi berdasarkan kombinasi karakter morfologi kualitatif dan kuantitatif. Secara keseluruhan, aksesi kopi arabika di Kabupaten Bondowoso memiliki tingkat keragaman morfologi yang relatif rendah dengan hubungan kekerabatan yang dekat, tetapi tetap memiliki karakter penciri yang berpotensi dimanfaatkan dalam kegiatan konservasi, seleksi, dan pengembangan varietas unggul kopi arabika yang ditemukan di daerah Sumberwringin.

Description

Finalisasi Maya_16 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By