Evaluasi Penggunaan Obat pada Pasien Skizofrenia di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan
terganggunya penilaian terhadap realita seperti waham dan halusinasi. Pasien
skizofrenia memerlukan terapi jangka panjang, bahkan seumur hidup, sehingga
diperlukan pemilihan dan penggunaan obat secara rasional untuk memastikan
keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien, profil
pengobatan, dan gambaran permasalahan terkait obat (DRPs) pada pasien
skizofrenia di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan data dilakukan dari rekam
medik pasien periode Januari-Desember 2024, dengan jumlah sampel yang
memenuhi kriteria inklusi sebanyak 176 pasien.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil pasien skizofrenia di RSD
dr. Soebandi Jember didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (68,62%), umumnya
pada rentang usia dewasa 25-44 tahun (53,21%), dengan penjamin BPJS
(80,32%), dan mayoritas tidak memiliki penyakit penyerta psikiatri lainnya
(97,87%). Pada profil penggunaan obat, antipsikotik golongan atipikal (80,31%)
lebih banyak digunakan dibandingkan golongan tipikal (19,69%). Lima obat yang
paling sering digunakan adalah klozapin (43,42%), olanzapin (39,43%),
quetiapine (36,57%), aripiprazol (22,85%), dan risperidon (22,29%). Gambaran
permasalahan terkait obat (DRPs) dievaluasi berdasarkan pedoman. Potensi
interaksi obat yang paling banyak ditemukan adalah kategori moderate antara
klozapin dan olanzapin (8,12%). Permasalahan dosis terlalu rendah ditemukan
pada beberapa obat, diantaranya risperidon dengan dosis 1 mg, aripiprazol dengan
dosis 5 mg, olanzapin demgam dosis 2,5mg. Tidak ditemukan adanya
permasalahan dosis terlalu tinggi.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu perlunya
pemantauan lebih lanjut terkait evaluasi pemberian obat pada pasien skizofrenia di
instalasi rawat jalan, khususnya pada terapi yang berpotensi mengalami interaksi
dan ketidaksesuaian dosis.
Description
Validasi file repositori 19 Agustus 2026_Firli
