Analisis Risiko Usahatani Bawang Merah Di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Nganjuk merupakan sentra bawang merah dengan produksi tertinggi yang ada di Provinsi Jawa Timur, dengan Kecamatan Rejoso sebagai produsen tertingginya. Komoditas bawang merah di Nganjuk ini memiliki risiko cukup tinggi dan mengancam ketersediaan produk di pasar serta berdampak pada produsen dan konsumen. Usahatani bawang merah dihadapkan dengan beberapa risiko seperti iklim dan cuaca yang tidak menentu, peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman dan peningkatan biaya produksi. Hal tersebut akan berpengaruh ke produksi bawang merah perhektarnya dan pendapatan. Upaya petani menjalankan kegiatan secara berkelanjutan, diharapkan petani mampu untuk meminimalisir risiko yang ada, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani bawang merah di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Tujuan penelitian adalah untuk (1) menganalisis peluang dari risiko usahatani yang dihadapi petani, (2) menganalisis perilaku petani dalam menghadapi risiko usahatani dan (3) menganalisis strategi petani dalam menghadapi risiko usahatani bawang merah. Penentuan Lokasi dilakukan purposive sampling dengan menggunakan data primer dan sekunder. Sampel ditentukan secara Multistage Random Sampling di 3 lokasi dan 35 petani sampel meliputi Desa Mojorembun 11 petani, Desa Sukorejo 14 petani dan Desa Mungkung 10 petani. Metode yang digunakan adalah analisis koefisien variasi, analisis skoring dan strategi manajemen risiko dengan teori malton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjalankan usahatani bawang merah di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk pada tahun 2020-2022 diperoleh nilai koefisien variasi sebesar 0,84 dengan pendapatan terendah yang dapat diperoleh petani sebesar Rp -1.540.902,00. Nilai koefisien variasi (CV) dan Batas Bawah Pendapatan (L) usahatani bawang merah Di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk menunjukkan kriteria hasil CV CV > 0,5 (0,84) dan L < 0 (Rp -1.540.902,- ). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan berusahatani bawang merah di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk memiliki peluang risiko cukup tinggi yang akan diderita oleh petani bawang merah. Petani cenderung memiliki perilaku yang tidak berani mengambil risiko sebanyak 15 orang atau 42,9%, sebanyak 14 orang petani atau 40% memiliki perilaku yang netral terhadap risiko dan sebanyak 6 orang atau 17,1% memiliki perilaku berani dalam menghadapi risiko. Hal ini terjadi karena sikap petani yang erat kaitannya dengan orientasi yang kembali pada diri sendiri atau subsisten dan bukan pada penerapan keuntungan maksimal sehingga perilaku petani lebih memilih untuk mendahulukan keamanan untuk diri mereka sendiri atau safety first. Strategi manajemen risiko yang dilakukan oleh petani dalam menghadapi risiko terdapat tiga strategi, yaitu strategi ex-ante, interactive, dan ex-post. Strategi ex-ante yang dilakukan dengan menggunakan pola tanam padi-kedelai-bawang merah (80%) dengan sistem produksi monokultur (91,4%) hanya menanam dengan 1 varietas (97,1%) diperoleh dari produksi sendiri (82,9%) yang nantinya akan ditanam pada lebih dari satu lokasi (54,3%). Strategi interactive dilakukan oleh petani dengan melakukan penanaman pada awal musim kemarau karena masih adanya ketersediaan air (85,7%), penyulaman biasa dilakukan pada tanaman yang mati (51,4%) dengan jarak tanam sedang (51,4%) dan menggunakan pupuk majemuk (65,7%) yang nantinya akan diterapkan secara berbeda volume dan jenis pada musim yang berbeda (74,3%), sedangkan dalam penggunaan pestisida sebagai Tindakan preventif dan kuratif (51,4%) dengan memaksimalkan penggunaan tenaga kerja keluarga saat terjadi kelangkaan (51,4%), serta melakukan pinjaman kredit formal saat kesulitan modal (77,1%). Strategi ex-post dilakukan dengan cara melakukan penjualan aset saat gagal panen (48,6%) dan Ketika untuk menanam selanjutnya dilakukan menggunakan tabungan dan pinjaman modal (34,3%).

Description

Reupload File Repositori 31 Maret 2026_Maya/Lia

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By