Optimasi Kinerja Kitosan/Magnetit sebagai Flokulan menggunakan Response Surface Methodology untuk Pemanenan Mikroalga Chlorella vulgaris
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Mikroalga merupakan mikroorganisme uniseluler yang dapat hidup di air
tawar maupun air laut. Mikroalga telah dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan
dasar biodiesel, namun pertumbuhan mikroalga dapat tidak terkontrol sehingga
menyebabkan masalah lingkungan. Kitosan merupakan polimer polikationik yang
sering digunakan sebagai bioflokulan untuk pemanenan atau mengatasi limbah
mikroalga. Penggunaan kitosan sebagai bioflokulan memiliki kelemahan berupa
waktu pengendapan yang cukup lama dan stabilitas flok yang buruk. Hal tersebut
dapat diatasi dengan menambahkan partikel magnetik seperti magnetit (Fe3O4).
Selain itu partikel magnetik memberikan sifat magnetisme pada flok sehingga flok
mudah dipisahkan. Proses flokulasi mikroalga menggunakan kitosan/magnetit
dipengaruhi berbagai faktor, seperti karakteristik kitosan (berat molekul derajat
deasetilasi), karakteristik mikroalga (umur, jenis, kekuatan ionik medium),
karakteristik Fe3O4 (dosis, ukuran), dan faktor operasi (pH, kecepatan agitasi,
suhu, waktu pengendapan). Banyaknya faktor tersebut memerlukan optimasi, salah
satunya dengan Response Surface Methodology (RSM).
Penelitian ini mengoptimasi kinerja kitosan/magnetit pada flokulasi
mikroalga Chlorella vulgaris menggunakan RSM. Faktor yang digunakan yaitu pH
(3-11), rasio massa Fe3O4:Kitosan (0,167:1-0,1;1), waktu pengendapan (2-60
menit), dan kecepatan agitasi (150-250 rpm) dengan respon efisiensi flokulasi dan
penurunan turbiditas. Optimasi menggunakan Box-Behken Design (BBD) yang
menghasilkan 27 rancangan penelitian. Mikroalga Chlorella vulgaris dikultivasi
dengan kondisi pencahayaan lampu dan aerasi 24 jam dan digunakan untuk
flokulasi setelah 7 hari kultivasi. Hasil optimasi menunjukkan respon efisiensi flokulasi 98,173% pada pH 3,
rasio massa (Fe3O4:Kitosan) 0,1:1, waktu pengendapan 52,34 menit; dan kecepatan
agitasi 179,11 rpm. Penurunan turbiditas 92,7617% pada pH 3, rasio massa
(Fe3O4:Kitosan) 0,115:1, waktu pengendapan 53,095 menit; dan kecepatan agitasi
187,993 rpm. Hasil ANOVA menunjukkan faktor yang paling berpengaruh dalam
proses flokulasi mikroalga untuk kedua respon yaitu pH dan waktu pengendapan
serta tidak ada interaksi yang signfikan. pH memiliki pengaruh kuadratik negatif
dimana respon meningkat pada pH rendah kemudian menurun pada pH netral
kemudian meningkat kembali pada pH tinggi. Sedangkan waktu pengendapan
memiliki pengaruh kuadratif positif dimana respon meningkat pada waktu
pengendapan yang meningkat namun respon menurun pada waktu pengendapan
yang lebih tinggi.
Description
Reupload Repository 26 Maret Maya
