Hubungan Kejadian Preeklamsia dengan Berat Badan Lahir Rendah di Wilayah Pertanian Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan kondisi bayi yang lahir dengan berat
<2.500 gram. Salah satu faktor dominan penyebab BBLR adalah preeklamsia, yaitu
gangguan kehamilan yang diawali dengan perfusi plasenta yang terganggu akibat
remodelling arteri spiral yang tidak optimal, akibatnya terjadi hambatan penyaluran
nutrisi ke janin dan berisiko BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara kejadian preeklamsia dengan berat badan lahir rendah (BBLR)
serta mengidentifikasi faktor-faktor maternal yang berhubungan dengan
preeklamsia. Penelitian dilakukan di Desa Gunungmalang, Kecamatan
Sumberjambe, Kabupaten Jember, menggunakan desain observasional analitik
dengan pendekatan retrospektif cross-sectional. Sampel sebanyak 85 responden
dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui
kuesioner berbasis catatan buku KIA, dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31,8% responden mengalami preeklamsia
ringan dan 3,5% preeklamsia berat. Kejadian BBLR ditemukan sebesar 28,2%,
dengan 58,3% di antaranya disebabkan oleh prematuritas murni. Uji statistik
menunjukkan adanya hubungan signifikan antara preeklamsia dan BBLR (p =
0,005), dengan risiko 3,9 kali lebih tinggi pada ibu preeklamsia. Faktor maternal
yang berhubungan signifikan dengan preeklamsia meliputi riwayat preeklamsia,
anemia, hipertensi pra-kehamilan, dan riwayat hipertensi keluarga. Hubungan yang
signifikan antara kejadian preeklamsia dengan BBLR dikaitkan dengan gangguan
perfusi plasenta yang menyebabkan hipoksia janin dan hambatan pertumbuhan
intrauterin yang berujung pada rendahnya berat badan saat lahir. Dapat disimpulkan
bahwa preeklamsia masih menjadi masalah kesehatan utama yang berkontribusi
terhadap kejadian BBLR melalui mekanisme gangguan perfusi plasenta
dan hipoksia janin.
Description
Finalisasi_Maya_9 Juni 2026
