Pengembangan LKPD Berbasis Socio-Scientific Issues (SSI) untuk Meningkatkan Computational Thinking Skills Siswa SMP

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam adalah keilmuan sistematis mengenai fenomena alam yang didapat melalui eksperimen berdasarkan observasi dengan menggunakan metode ilmiah. Pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang berguna untuk mengetahui fenomena alam secara ilmiah. Pembelajaran IPA dapat diintegrasikan dengan keterampilan berpikir komputasional (Computational Thinking Skills), sehingga pembelajaran IPA dapat dinilai berkualitas karena memiliki strategi yang dapat meningkatkan Computational Thinking Skills siswa dengan menggabungkan indikator keterampilan berpikir komputasional dalam pembelajaran IPA. Computational Thinking Skills adalah kemampuan berpikir kritis siswa secara sistematis untuk memecahkan suatu permasalahan. Computational Thinking Skills dibutuhkan oleh siswa dalam pembelajaran untuk memcahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, algoritma, pemodelan, dan penalaran logis dalam berbagai ranah ilmu. Siswa akan memiliki pemahaman mendalam pada aspek-aspek ilmiah apabila pembelajaran IPA dengan konsep komputasional diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga kemampuan siswa dalam merancang solusi dengan konsep komputasional dapat meningkat. Kemampuan berpikir komputasional siswa pada abad ke-21 dinilai renah pada pembelajaran IPA, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu desain pembelajaran yang digunakan siswa terlalu monoton dan kurang inovatif sehingga menyebabkan pembelajaran siswa dinilai terlalu umum. Tujuan pembelajaran siswa tidak tercapai apabila unsur-unsur pembelajaran tidak diterapkan. Tujuan pembelajaran akan sulit tercapai apabila komponen pembelajaran seperti media pembelajara, buku ajar, dan metode pembelajaran kurang berdampak pada kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Pengembangan LKPD berbasis Socio Scientific Issues (SSI) dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kemampuan komputasional siswa. Melalui pendekatan yang berfokus pada pemecahan masalah dan memberikan solusi, maka akan menstimulus kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini relevan dengan pernyataan Aini et al., (2024) dalam penelitiannya menyatakan, LKPD berbasis Socio Scientific Issues (SSI) berdampak dalam menstimulus keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan siswa kelas 7B dalam pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Jember untuk meningkatkan Computational Thinking Skills siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R & D (Reaseach and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data penelitian terdiri dari data validitas, data kepraktisan, data keefektifan, data wawancara, dan data dokumentasi. Data validitas berupa lembar angket validitas yang dinilai oleh validator. Data kepraktisan didapat dari angket lembar keterlaksanan pembelajaran. Data keefektifan didapat melalui tes pre-test dan post-test Computational Thinking Skills siswa. Data wawancara didapat dari hasil wawancara dengan narasumber saat penelitian. Data dokumentasi didapat saat penelitian dilakukan. Hasil penelitian tiga validator terhadap LKPD berbasis SSI memenuhi kriteria sangat valid dengan persentase 94%, sehingga LKPD berbasis SSI dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran IPA di SMP. Hasil kepraktisan yang diperoleh dari lembar kepraktisan selama enam pertemuan memperoleh persentase sebesar 96%, sehingga LKPD berbasis SSI dinilai sangat praktis dan dapat digunakan dalam pembelajaran IPA. Hasil efektivitas LKPD berbasis SSI menunjukkan nilai N-gain 0,60 dengan kriteria sedang, hasil efektivitas Indikator Computational Thinking Skills siswa menunjukkan pada setiap indikator mengalami peningkatan dari pertemuan awal hingga akhir dengan nilai N-gain secara berurutan yaitu 0,74 pada indikator dekomposisi, 0,08 pada indikator generalisasi, 0,96 pada indikator abstrak berpikir komputasional, 0,89 pada indikator algoritma, 0,44 pada indikator debugging. Kemudian hasil respon siswa memiliki persentase sebesar 92% dengan kategori sangat baik pada penggunaan LKPD berbasis SSI, hal ini menunjukkan bahwa siswa termotivasi, tertarik, dan puas dalam pelaksanaan pembelajaran.

Description

Reupload file repository 5 Februari 2026_Ratna

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By