Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Petani Bunga Krisan pada Iuran Pengairan di Kampung Krisan Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Kabupaten Pasuruan merupakan penghasil bunga krisan tertinggi di Provinsi Jawa Timur dengan total produksi mencapai 94.530.890 tangkai pada tahun 2023, luas panen 1.541.026 m², dan produktivitas sebesar 61.343 tangkai/m². Kampung Krisan yang terletak di Kecamatan Tutur menjadi salah satu sentra produksi bunga krisan di kabupaten ini, dengan 30 petani yang memiliki greenhouse sendiri dan tergabung dalam Kelompok Tani Sidorejo IV. Kampung Krisan bahkan memiliki sertifikasi grade sendiri yang membedakannya dari penghasil bunga krisan lainnya di kecamatan tersebut.
Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah ketergantungan tinggi terhadap air, dimana bunga krisan memerlukan air setiap hari namun pergeseran musim hujan menyebabkan pasokan air tidak menentu. Kurangnya dukungan langsung dari pemerintah untuk menunjang produksi bunga krisan di Kampung Krisan memaksa petani melakukan pengairan tambahan sendiri melalui HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum), sebuah lembaga swadaya yang dikelola dan dipelihara oleh masyarakat. Iuran HIPPAM dibayar bulanan berdasarkan volume pemakaian air, namun terdapat kendala dimana para petani bunga krisan di Kecamatan Tutur menghadapi dilema kompleks dalam pemenuhan kebutuhan air untuk budidaya mereka. Meskipun demikian, kesadaran akan pentingnya air dalam budidaya bunga krisan tetap tinggi di kalangan petani karena mereka menyadari bahwa ketersediaan air yang memadai merupakan komponen penting dalam rantai produksi yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian mereka, mengingat usaha budidaya bunga krisan telah menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak keluarga di Kampung Krisan.
Oleh karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, penelitian ini menganalisis kesediaan petani membayar (willingness to pay) iuran jasa pengairan menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) yang meliputi tahapan pembangunan pasar hipotesis, penentuan nilai lelang, menghitung nilai rata-rata WTP, memperkirakan kurva WTP, dan menjumlahkan data. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya nilai willingness to pay dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan variabel dependen berupa nilai WTP petani terhadap iuran HIPPAM per hektar setiap musim tanam, serta variabel independen meliputi usia, lama pendidikan, jumlah anggota keluarga, luas lahan, pendapatan, biaya kebutuhan air, jarak terhadap sumber air, dan pengetahuan mengenai fungsi iuran irigasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai estimasi kesediaan membayar petani, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi willingness to pay, memberikan rekomendasi penetapan iuran yang adil dan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan petani, serta mendukung pengelolaan sistem irigasi yang baik melalui partisipasi masyarakat. Hasil analisis diharapkan dapat berdampak pada program jasa pengairan HIPPAM di Kampung Krisan untuk mempertimbangkan kembali besaran iuran yang dibebankan kepada petani bunga krisan agar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka.
Berdasarkan hasil penelitian, semua responden (30 petani bunga krisan) menyatakan bersedia membayar iuran pengairan HIPPAM Titra Kusuma dengan nilai rata-rata WTP sebesar Rp. 208.333/bulan dan total WTP sebesar Rp. 187.500.000/bulan, yang lebih tinggi dari tarif saat ini dan menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kebutuhan air serta kepuasan terhadap layanan yang diterima. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa tiga faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kesediaan membayar adalah luas lahan (petani dengan lahan lebih luas membutuhkan pasokan air lebih banyak), pendapatan (petani berpendapatan tinggi memiliki pemahaman lebih baik tentang analisis biaya-manfaat investasi pengairan), dan biaya kebutuhan air (pengalaman menghadapi keterbatasan pasokan air membuat petani lebih menghargai sistem pengairan yang efisien), sementara variabel usia, lama pendidikan, jumlah anggota keluarga, jarak terhadap sumber air, dan pengetahuan fungsi iuran irigasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kesediaan membayar petani.
Description
Reupload file repositori 06 Feb 2026_Maya
