Analisis Kelimpahan dan Karakteristik Fisik Mikroplastik pada Air Irigasi di D.I Karangwaru II dan Lahan Sawah di Kecamatan Kaliwates

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran <5 mm yang dapat mencemari lingkungan pertanian melalui sistem irigasi. Pengambilan sampel dilakukan pada 7 titik sampling. Analisis mikroplastik dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu wet sieving , Wet Peroxide Oxidation (WPO), pemisahan densitas menggunakan NaCl, identifikasi mikroskopis menggunakan mikroskop stereo, serta analisis FTIR untuk mengetahui jenis polimer penyusun mikroplastik. Analisis statistik dilakukan menggunakan regresi Poisson dan Negative Binomial dengan bantuan software RStudio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan pada seluruh sampel air dan sedimen. Kelimpahan mikroplastik pada sampel air sebesar 378 partikel/L, sedangkan kelimpahan mikroplastik pada sedimen sebesar 396 partikel/100 gram sedimen kering. Mikroplastik pada sedimen lebih banyak ditemukan dibandingkan sampel air karena partikel plastik cenderung mengendap di dasar sedimen setelah mengalami degradasi. Karakteristik mikroplastik yang ditemukan pada sampel adalah bentuk fiber, fragmen, film, foam, dan pellet. Bentuk yang paling dominan pada sampel air maupun sedimen adalah fiber. Karakteristik berdasarkan warna didominasi oleh warna hitam. Warna lain yang ditemukan adalah kuning, putih, merah, biru, dan hijau. Berdasarkan ukuran mikroplastik, partikel mikroplastik didominasi oleh ukuran 0,1-05 mm. Hasil identifikasi FTIR menunjukkan temuan berbagai jenis polimer, yaitu PVC, Nylon/PA, CA, PTFE, PP, dan PMMA. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pada sampel air, variabel pH dan jarak memiliki hubungan signifikan terhadap kelimpahan mikroplastik (p<0,05), sedangkan suhu belum menunjukkan hubungan signifikan. Hasil analisis pada sampel sedimen menunjukkan bahwa pH, suhu, dan jarak tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelimpahan mikroplastik (p>0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa faktor lingkungan seperti pH dansuhu bukan menjadi faktor utama yang mempengaruhi kelimpahan mikroplastik pada sedimen. Penelitian ini membuktikan bahwa saluran irigasi dan lahan sawah di lokasi penelitian telah terkontaminasi mikroplastik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pendukung serta referensi bagi penelitian selanjutnya.

Description

Finalisasi 27 Agustus 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By