Sistem Kontrol Pengeringan Buah Kopi dengan Inframerah Berbasis Fuzzy Logic
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia dengan produksi nasional mencapai sekitar 758,7 ribu ton pada tahun 2023 (Badan Pusat Statistik [BPS], 2023). Sebagian besar produksi tersebut dihasilkan oleh petani kecil yang masih menggunakan metode pascapanen tradisional (Ashardiono dan Trihartono, 2024). Salah satu tahapan penting dalam pascapanen kopi adalah proses pengeringan yang bertujuan menurunkan kadar air buah kopi hingga mencapai kondisi aman untuk penyimpanan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga mutu hasil panen dapat dipertahankan dan pertumbuhan mikroorganisme dapat dicegah (Silva et al., 2022). Oleh karena itu, proses pengeringan menjadi salah satu tahapan yang sangat menentukan kualitas akhir produk kopi. Berbagai teknologi pengering telah dikembangkan sebagai alternatif pengeringan konvensional, di antaranya solar drying, infrared drying, microwave drying, dan radio frequency drying (Skåra et al., 2023). Setiap teknologi memiliki karakteristik perpindahan panas yang berbeda. Menurut Skåra et al. (2023), pengering inframerah memanfaatkan energi radiasi yang diserap secara langsung oleh permukaan bahan sehingga proses perpindahan panas berlangsung lebih cepat dan berpotensi mempertahankan mutu produk apabila kondisi pengeringan dikendalikan dengan tepat. Selain itu, Wang et al. (2024), menjelaskan bahwa pemanasan inframerah terjadi melalui perpindahan energi radiasi yang diserap oleh permukaan material dan kemudian dikonversi menjadi energi panas. Berdasarkan karakteristik tersebut, penelitian ini menggunakan pengering inframerah sebagai sumber panas utama.
Description
Finalisasi 4 Agustus 2026_Yudi
