Botani Ekonomi Kayu Untuk Bahan Pembuatan Barongan di Kabupaten Nganjuk Dan Pemanfaatannya Sebagai Buku Nonteks
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Botani ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana tumbuhan
memiliki sifat dan kegunaan secara ekonomi bagi kehidupan masyarakat. Salah satu
bentuk penerapan botani ekonomi yaitu penggunaan tumbuhan berkayu untuk
bahan pembuatan barongan yang termasuk warisan budaya Jawa. Barongan di
Jawa Timus, khususnya Kabupaten Nganjuk dipentaskan di berbagai acara dan
telah berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang diminati baik di dalam
negeri maupun di luar negeri sehingga dapat membuka peluang ekonomi bagi
pengrajin setempat. Hal ini didukung oleh bahan pembuatan barongan yang berasal
dari potongan kayu tidak layak konstruksi tetapi tetap bernilai ekonomis tinggi
apabila diolah dengan tepat. Namun, tidak semua jenis kayu dapat digunakan
untuk membuat barongan karena barongan yang dihasilkan harus memenuhi aspek
estetika dan fungsional seperti ukiran, bobot, kekuatan, dan kemampuan gerak.
Jenis kayu yang digunakan akan mempengaruhi kualitas, ketahanan, estetika, dan
nilai ekonomi barongan. Pemilihan jenis kayu yang digunakan untuk pembuatan barongan oleh
pengrajin di Kabupaten Nganjuk masih didasarkan pada pengetahuan dan tradisi
yang diwariskan secara turun temurun dan sedikit masyarakat yang memiliki
keterampilan untuk memanfaatkan kayu. Dalam hal ini, penting untuk menggali
informasi langsung dari para pengrajin mengenai jenis dan karakteristik kayu yang
digunakan agar pengetahuan tersebut dapat terdokumentasi secara tertulis sekaligus
mencegah hilangnya pengetahuan lokal serta mendukung pelestarian budaya dan
peningkatan ekonomi daerah. Hasil penelitian ini disusun dalam bentuk buku
nonteks agar dapat dijadikan acuan oleh masyarakat luas yang diharapkan dapat
membantu pengrajin dalam memilih jenis kayu yang tepat dan mendukung upaya
pelestarian jenis kayu yang dapat digunakan untuk pembuatan barongan.
Penelitian dilakukan di Lambang Galeri yang terletak di desa Sidoharjo,
Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk dengan pendekatan deskriptif
kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi terstruktur,
observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi dengan narasumber yang dipilih secara
purposive sampling. Data dianalisis melalui deskriptif kualitatif, skala Guttman,
analisis nilai ekonomi, dan validasi buku nonteks oleh validator ahli dan pembaca.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kayu yang digunakan meliputi kayu
waru (Hibiscus tiliaceus), cangkring (Erythrina fusca), sengon (Albizia chinensis),
dan mangga (Mangifera indica). Karakteristik kayu yang digunakan untuk
pembuatan barongan adalah ringan, mudah diukir, mudah menyerap cat, ringan saat
digunakan, tahan terhadap benturan, menghasilkan suara yang nyaring saat
digunakan, dan awet. Kayu tersebut diperoleh dengan cara membeli dari pengepul
kayu dalam bentuk potongan dan pekarangan masyarakat sekitar. Proses pembuatan
barongan dimulai penyesuaian ukuran kayu dengan kepala barongan, pembentukan
sketsa kepala barongan, pengukiran ornamen kepala barongan dan jamang,
penghalusan ukiran, pewarnaan kepala barongan dan jamang, pemasangan asesoris,
perakitan bagian atas dan bawah kepala barongan. Nilai ekonomi yang dihasilkan
dari produksi barongan mencapai Rp 136.776.000 per tahun. Buku nonteks hasil
penelitian memperoleh skor validasi rata-rata 90,73% dengan kriteria sangat layak.
Description
Reupload Repositori File 05 Maret 2026_Kholif Basri
