Prevalensi Nyeri Punggung Bawah pada Penyadap Karet di Wilayah Kerja Puskesmas Tempurejo Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Nyeri punggung bawah merupakan salah satu bentuk Penyakit Akibat Kerja
(PAK) yang banyak terjadi pada pekerja yang melakukan aktivitas fisik berat dan
berulang, termasuk penyadap karet karena posisi kerja yang tidak ergonomis,
seperti membungkuk dalam waktu yang lama dan mengangkat beban berat secara
berulang yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem muskuloskeletal.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit
muskuloskeletal di Indonesia mencapai 11,9%, dengan nyeri punggung bawah
berkisar antara 7,6% hingga 37%. Laporan dari Community Oriented for Control of
Rheumatic Dosease (COPORD) tahun 2020 mencatat bahwa 18,2% pria dan 13,6%
wanita di Indonesia mengalami nyeri punggung bawhah, terutama saat bekerja.
Perawat memiliki peran penting dalam mengatasi masalah nyeri punggung bawah
penyadap karet dengan melakukan Occupational Health Nursing (OHN) dengan
memberikan program keperawatan kesehatan kerja melalui skrining, pendidikan
kesehatan, dan pendidikan jasmani bagi para pekerja. Unit Kesehatan Kerja (UKK)
di Puskesmas juga memainkan peran penting pada penyadap karet terkait
pencegahan nyeri punggung bawah dan melakukan rehabilitasi bagi penyadap yang
terdampak.
Description
reeapload 2026 Rudi H
