Efek Pemberian Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum (Wight) Walp.) Terhadap Ketebalan Paw Edema Pada Tikus Wistar Yang Diinduksi Karagenan

dc.contributor.authorAdelia Putri Vadiyanti
dc.date.accessioned2026-02-10T02:46:29Z
dc.date.issued2025-01-09
dc.descriptionDosen Pembimbing Utama : Dr. drg. Erna Sulistyani, M.Kes Dosen Pembimbing Anggota : Dr. drg. Iin Eliana Triwahyuni, M.Kes
dc.description.abstractPeningkatan kasus penyakit inflamasi setiap tahunnya menjadi salah satu fokus penting dalam penanganan di dunia kesehatan. Penyakit inflamasi yang ditemukan di bidang penyakit gigi dan mulut, yaitu stomatitis aftosa rekuren (SAR), lichen planus, eritema multiforme, dan pemphigus vulgaris. Kasus penyakit inflamasi yang kian meningkat menyebabkan tingginya tingkat penggunaan obat antiinflamasi di kalangan masyarakat. Penggunaan obat antiinflamasi pada terapi penyakit inflamasi dalam jangka panjang, seperti obat golongan steroid dan imunosupresan dapat memberikan efek samping yang cukup serius bagi tubuh. Belum ditemukan obat antiinflamasi yang aman dan efektif dengan efek samping minimal untuk jangka waktu yang lama hingga saat ini. Perlu dilakukan penelitian mengenai alternatif dari obat antiinflamasi menggunakan bahan alami yang memiliki efek samping minimal bagi tubuh. Daun salam (S. polyanthum (Wight) Walp.) berpotensi sebagai alternatif obat antiinflamasi berbahan alami yang dapat dikembangkan. Kandungan di dalamnya, seperti flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid diduga memiliki potensi antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan dalam mengetahui efek pemberian ekstrak daun salam (S. polyanthum (Wight) Walp.) terhadap ketebalan paw edema pada tikus wistar yang diinduksi karagenan. Penelitian mengenai potensi antiinflamasi pada daun salam dilakukan secara laboratorium eksperimental dengan memicu pembentukan edema pada telapak kaki tikus menggunakan karagenan 1%. Ekstrak daun salam dengan dosis 50 mg/kgBB/hr, 100 mg/kgBB/hr, dan 200 mg/kgBB/hr dilarutkan dengan NaCMC 0,5% diberikan setiap hari melalui sonde lambung selama tiga hari. Kelompok kontrol negatif menggunakan NaCMC 0,5% dan kelompok kontrol positif diberikan prednison 0, 135 gr/hr. Pada hari ketiga, telapak kaki belakang tikus diinjeksikan karagenan satu jam setelah diberikan bahan uji. Ketebalan edema pada telapak kaki tikus kemudian diukur dengan jangka sorong digital sebelum dan pada 1, 2, 3, 4 , 5 jam setelahnya.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2517
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran Gigi
dc.subjectEkstrak Daun Salam
dc.subject(Syzygium Polyanthum (Wight) Walp.)
dc.subjectTikus
dc.subjectPaw Edema
dc.titleEfek Pemberian Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum (Wight) Walp.) Terhadap Ketebalan Paw Edema Pada Tikus Wistar Yang Diinduksi Karagenan
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Adelia Putri Vadiyanti - 211610101030.pdf
Size:
695.58 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: