Analisis Koneksi Matematis Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Trigonometri ditinjau dari Resiliensi Matematis
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Salah satu unsur penting dalam pembelajaran matematika adalah koneksi matematis. Koneksi matematis merupakan keterkaitan konsep-konsep baik dalam matematika, keterkaitan dengan bidang studi lain, dan keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Koneksi matematis sangat penting dimiliki bagi siswa karena konsep-konsep atau topik-topik dalam matematika saling berkaitan, sehingga dengan koneksi matematis akan membantu siswa dalam mempelajari matematika ataupun dalam menyelesaikan suatu masalah matematika. Namun, hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa siswa dalam menghadapi masalah matematika kesulitan untuk memahami konsep yang diperlukan. Hal tersebut dikarenakan siswa tidak mengingat materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Dengan demikian, siswa harus terbiasa untuk memahami keterkaitan antara satu konsep dengan konsep lainnya. Materi trigonometri merupakan salah satu materi matematika yang saling berkaitan antara satu konsep dengan konsep lainnya dan juga banyak digunakan dalam bidang studi lain. Oleh karena itu, koneksi matematis diperlukan dalam menyelesaikan masalah matematika, seperti masalah yang berkaitan dengan trigonometri.
Beberapa siswa ketika mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah matematika cenderung mudah menyerah, cemas, bahkan menghindar dari masalah-masalah yang sulit. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap positif seperti percaya diri, tekun, dan tangguh dalam menghadapi tantangan atau kesulitan ketika memecahkan masalah matematika yang disebut sebagai resiliensi matematis. Resiliensi matematis adalah kemampuan untuk bersikap selalu positif dalam mengatasi kecemasan ataupun segala kesulitan ketika menghadapi suatu masalah matematika. Siswa yang memiliki resiliensi matematis yang baik akan berhasil dalam belajar matematika di sekolah meskipun dalam kondisi yang kurang disenangi, sehingga
siswa akan berusaha untuk melakukan usaha yang terbaik dalam mengikuti pembelajaran matematika. Selain itu, resiliensi matematis menjadi salah satu kemampuan yang dapat memengaruhi kemampuan koneksi matematis siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koneksi matematis siswa SMA dalam memecahkan masalah trigonometri ditinjau dari resiliensi matematis. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode angket, tes, dan wawancara. Proses pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket resiliensi matematis, kemudian hasil angket akan dikategorikan dalam 3 kategori resiliensi matematis yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Selanjutnya yaitu memberi soal tes koneksi matematis kepada seluruh siswa dan kemudian dianalisis hasil jawaban yang diperoleh untuk dipilih 1 siswa pada tiap kategori resiliensi matematis untuk dijadikan sebagai subjek penelitian. Pemilihan subjek penelitian didasarkan pada hasil jawaban tes koneksi matematis siswa, yaitu jawaban siswa yang menunjukkan paling lengkap pada tiap indikator koneksi matematis.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa siswa dengan resiliensi matematis tinggi menunjukkan lebih banyak menggunakan keterkaitan antara fakta, konsep, dan prinsip matematika yang digunakan untuk menyelesaikan masalah daripada siswa dengan resiliensi sedang dan rendah. Siswa dengan resiliensi matematis sedang dapat menggunakan keterkaitan antara fakta, konsep, dan prinsip matematika, namun terdapat beberapa konsep yang tidak dapat dikaitkan oleh siswa. Hal tersebut terlihat ketika menyelesaikan permasalahan bahwa siswa tidak dapat merepresentasikan soal dengan tepat. Siswa dengan resiliensi matematis rendah dapat menggunakan keterkaitan antara fakta, konsep, dan prinsip matematika, namun terdapat beberapa konsep dan prinsip yang tidak dapat dikaitkan oleh siswa. Selain itu, siswa juga tidak dapat mengidentifikasi dan menerapkan fakta, konsep, maupun prinsip matematika dalam konteks selain matematika. Hal tersebut terlihat ketika siswa tidak dapat menyelesaikan permasalahan, baik yang berkaitan dengan antar ide-ide dalam matematika maupun dalam konteks selain matematika.
Description
Reupload Repositori File 29 Januari 2026_Kholif Basri
