Implementasi Transfer Learning pada Kursi Roda Listrik dengan Kontrol Suara Berbasis Xception
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Disabilitas mengacu pada keterbatasan fisik, intelektual, mental, atau
sensorik yang kronis, menyulitkan interaksi dengan lingkungan dan pelaksanaan
tugas sehari-hari. Salah satu jenisnya adalah kelumpuhan, yang mengganggu
kemampuan gerak tubuh dan dapat menyebabkan hilangnya kemampuan bergerak.
Menurut Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 2022 oleh BPS, terdapat 584.503
individu dengan keterbatasan fisik. Kelumpuhan biasanya disebabkan oleh
gangguan otot atau saraf, serta cedera. Gejala ini umumnya muncul di tangan dan
kaki.
Individu dengan kelumpuhan sering membutuhkan alat bantu untuk
mobilitas, seperti kursi roda. Kursi roda tradisional dioperasikan secara manual,
baik oleh pengguna maupun orang lain. Namun, beberapa kondisi kesehatan
membuat seseorang tidak mampu menggerakkan kursi roda secara manual,
sehingga diperlukan bantuan dari orang lain atau kursi roda bertenaga listrik sebagai
penggeraknya. Dengan perkembangan teknologi, berbagai variasi pengendali kursi
roda listrik telah dikembangkan, termasuk penggunaan kontrol suara.
Penelitian ini menerapkan teknik transfer learning dengan tujuan untuk
meningkatkan efisiensi dari kinerja model dengan keterbatasan data yang dimiliki
dan dengan daya komputasi yang kecil. Konsep kinerja dari teknik ini adalah model
yang digunakan tidak dilatih dari awal melainkan hanya mengganti lapisan akhir
dari model dengan lapisan baru sesuai dengan kebutuhan. Model yang digunakan
pada penelitian ini adalah Xception. Xception sendiri merupakan bagian dari
arsitektur CNN yang bekerja dengan memproses input secara terpisah dan
kemudian menggabungkan hasilnya sebagai hasil akhir. Xception dipilih karena
diyakini mampu meningkatkan efisiensi komputasi dengan cara mengurangi jumlah
parameter yang dilatih.Pengujian pada penelitian ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu pengujian
offline dan online. Pengujian offline dilakukan tanpa menggunakan kursi roda yang
mana seluruh prosesnya hanya dalam komputer dengan input suara berupa file
suara. Data yang digunakan pada pengujian ini sebanyak lebih kurang 2500 data
per subjek yang terdiri dari 5 sesi dan 10 subjek. Data tersebut dibagi menjadi 5
kelas yaitu maju, mundur, kanan, kiri, stop serta 1 kelas tambahan noise. Parameter
yang diterapkan pada model adalah epoch 100, batch size 32, dense layer 1, dan
jumlah unit 1024. Pengujian offline terdiri dari cross session yang menghasilkan
akurasi rata-rata sebesar 0,685713 (± 0,1589) atau sebesar 68,57% dengan subjek 2
memiliki akurasi tertinggi sebesar 0,877927 (± 0,0496) atau sebesar 87,80%, cross
subject menghasilkan akurasi rata-rata sebesar 0,783289 (± 0,1165) atau sebesar
78,32% dengan subjek 1 memiliki akurasi tertinggi sebesar 0,928259 atau sebesar
92,82%.
Pengujian online terdiri dari 2 bagian, yaitu pengujian model tanpa
menerapkan langsung pada kursi roda dan dengan menerapkannya langsung pada
kursi roda. Pengujian ini melibatkan 5 orang responden yang mana masing-masing
dari responden akan memberikan perintah pada model yang telah dibuat sebanyak
10 kali. Model yang digunakan adalah model yang memiliki data latih dari 9
responden kecuali responden yang akan diuji. Outputnya pada pengujian tanpa
kursi roda adalah hanya menampilkan hasil prediksi pada terminal VS Code,
sedangkan pada pengujian dengan kursi roda adalah arah pergerakan dari kursi roda
itu sendiri. Hasil rata-rata akurasi dari pengujian menggunakan kursi roda adalah
sebesar 67,2% sedangkan rata-rata akurasi dari pengujian dengan kursi roda adalah
sebesar 77,2%. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa
Transfer Learning dengan metode Xception efektif dalam mengontrol pergerakan
kursi roda. Namun, peningkatan kinerja yang diperoleh tidak signifikan
dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.
Description
Reupload file repository 6 Februari 2026_Arif/Halima
