Analisis Pola Asessment pada Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka yang Disusun Oleh Guru Biologi Kelas X di Kota Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang diterapkan pemerintah Indonesia sejak tahun 2021 dengan menekankan fleksibilitas, penguatan karakter, dan kreativitas peserta didik. Salah satu ciri khasnya adalah adanya modul ajar yang menggantikan RPP, dengan guru diberikan keleluasaan penuh dalam merancangnya sesuai kebutuhan peserta didik. Salah satu komponen penting dalam modul ajar adalah rancangan asesmen, yang berfungsi mengukur pencapaian kompetensi peserta didik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Modul ajar yang baik idealnya memuat rangkaian asesmen yang lengkap, mulai dari asesmen diagnostik, formatif, hingga sumatif, dilengkapi teknik asesmen, instrumen, rubrik penskoran, Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), dan pengolahan hasil asesmen. Namun demikian, tidak semua guru memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama dalam menyusun kelengkapan komponen tersebut, sehingga penting untuk dikaji bagaimana pola asesmen yang sebenarnya diterapkan pada modul ajar Biologi kelas X di Kota Jember. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kelengkapan perangkat asesmen pada modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka yang digunakan oleh guru Biologi kelas X, dan (2) mengetahui jenis asesmen yang diterapkan berdasarkan modul ajar tersebut di Kabupaten Jember. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai kesiapan dan kualitas implementasi asesmen dalam modul ajar Biologi kelas X, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi guru maupun pihak sekolah dalam menyusun dan menyempurnakan perangkat asesmen yang lebih lengkap, valid, dan relevan dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis dokumen. Objek penelitian berupa modul ajar Biologi kelas X yang disusun guru pada tiga sekolah sampel (disamarkan sebagai Sekolah X, Y, dan Z), yang dipilih berdasarkan peringkat sekolah terbaik di Kabupaten Jember. Data dikumpulkan dengan menelusuri dokumen modul ajar dari masing-masing sekolah, baik hard file maupun soft file. Analisis data dilakukan melalui reduksi data (checklist ketersediaan delapan komponen asesmen), penyajian data dalam bentuk tabel, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan perangkat asesmen pada ketiga sekolah masih bervariasi. Sekolah X memperoleh persentase kelengkapan 62,5%, dengan dua komponen yang tidak ditemukan, yaitu KKTP dan pengolahan hasil asesmen. Sekolah Y memperoleh 75%, dengan kekurangan pada komponen yang sama. Sekolah Z juga memperoleh 75%, namun dengan pola berbeda, yaitu kekurangan pada komponen asesmen sumatif dan pengolahan hasil asesmen, sementara KKTP di sekolah ini justru telah tersedia. Perbedaan pola ini menunjukkan bahwa ketidaklengkapan komponen asesmen tidak seragam di setiap sekolah, melainkan bergantung pada pemahaman dan kesiapan masing-masing guru. Dari segi jenis asesmen, ketiga sekolah telah menerapkan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif sesuai anjuran Kurikulum Merdeka, meski dengan teknik yang berbeda. Sekolah X menggunakan teknik yang lebih konvensional, seperti observasi non-tes melalui icebreaking dan tes pilihan ganda/uraian. Sekolah Y menerapkan teknik yang lebih variatif dan berbasis teknologi, seperti Kahoot/Quizizz, google form, dan proyek digital. Sekolah Z menerapkan asesmen diagnostik dan formatif secara tertulis/lisan, namun tidak mencantumkan asesmen sumatif secara eksplisit dalam modul ajarnya. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat asesmen pada modul ajar Biologi berbasis Kurikulum Merdeka di Kota Jember belum sepenuhnya lengkap, terutama pada komponen KKTP dan pengolahan hasil asesmen, sehingga diperlukan peningkatan kompetensi guru dalam menyusun perangkat asesmen yang komprehensif. Adapun jenis asesmen yang diterapkan secara umum telah sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, meski masih terdapat variasi kelengkapan, khususnya terkait pelaksanaan asesmen sumatif. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan memperluas jumlah sekolah sampel, wilayah penelitian, dan jenjang kelas, serta mengkaji komponen modul ajar lain seperti strategi dan media pembelajaran agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 05 Agustus 2026_Kholif Basri
