Profil Kesehatan Gigi dan Mulut Berdasarkan Standar WHO pada Masyarakat Kecamatan Puger Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Kesehatan gigi dan mulut masih menjadi salah satu masalah kesehatan
utama di Indonesia, termasuk di Kecamatan Puger. Kecamatan Puger menempati
urutan ke-11 kasus gigi tertinggi di Kabupaten Jember dan proporsi kunjungan
masyarakat ke puskesmas tergolong rendah. Jumlah puskemas di Kecamatan Puger
masih di bawah standar ideal 30.000 penduduk per puskesmas. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji profil kesehatan gigi dan mulut berdasarkan standar
WHO pada masyarakat Kecamatan Puger.
Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan metode
pendekatan cross-sectional. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive
sampling pada masyarakat berusia 35-44 tahun dan didapatkan sebanyak 103 orang.
Pemeriksaan status kesehatan gigi dan mulut dimulai dengan pemeriksaan subjektif
yaitu anamnesis meliputi nama, usia, alamat, dan wawancara kesehatan gigi dan
mulut. Dilanjutkan pemeriksaan objektif meliputi pemeriksaan status gigi geligi,
status periodontal, kehilangan perlekatan, fluorosis enamel, erosi gigi, lesi mukosa
oral, kebutuhan perawatan segera, dan gigi tiruan yang dicatat pada formulir
pemeriksaan berdasarkan standar WHO. Data diolah secara deskriptif
menggunakan SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram.
Hasil penelitian menunjukkan profil kesehatan gigi dan mulut berdasarkan
standar WHO pada masyarakat Kecamatan Puger. Kasus status gigi geligi tertinggi
yaitu karies mahkota (96,1%) dengan pencabutan sebagai tindakan untuk mengatasi
karies (51,5%), karies akar (18,4%), tumpatan dengan karies (2,9%), tumpatan
tanpa karies (4,9%), gigi dicabut karena sebab lain (4,9%), gigi tidak tumbuh
(13,6%). Kasus status periodontal yaitu perdarahan gingiva (43,7%), kedalaman
probing 0-3 mm (68.9%), 4-5 mm (30,1%), dan ≥ 6 mm (1,0%). Kasus kehilangan
perlekatan yaitu kehilangan perlekatan 0-3 mm (70,9%), 4-5 mm (28,1%), dan 6-8 mm (1,0%). Kasus fluorosis enamel yaitu fluorosis meragukan (1,0%), dan sangat
ringan (3,9%). Kasus erosi gigi yaitu erosi pada enamel (10,7%). Kasus lesi mukosa
oral yaitu SAR (1,9%), dan lesi lain meliputi fissured tongue (5,8%), geographic
tongue (1,0%), suspek kandidiasis oral (1,0%), hiperpigmentasi gingiva (1,9%),
linea alba (1,0%), dan tidak ditemukan kasus suspek kanker mulut. Kebutuhan
perawatan yaitu membutuhkan perawatan tidak segera (92,2%). Penggunaan gigi
tiruan yaitu gigi tiruan sebagian lepasan (2,9%).
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa profil kesehatan gigi
dan mulut berdasarkan standar WHO pada masyarakat Kecamatan Puger
menunjukkan beberapa masalah kesehatan gigi dan mulut seperti seperti karies gigi,
masalah jaringan periodontal, fluorosis enamel, erosi gigi, dan beberapa lesi
mukosa oral. Tindakan tumpatan dan penggunaan gigi tiruan masih tergolong
rendah dan mayoritas masyarakat membutuhkan perawatan gigi dan mulut yang
tidak segera. Diperlukan tindakan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif pada
masyarakat Kecamatan Puger untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan gigi dan
mulut.
Description
Reupload file repository 27 Maret 2026_Maya
