Identifikasi Situs Terpendam di Dusun Langsepan-Sumbersari-Jember Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas 3D Konfigurasi Pole-Pole
| dc.contributor.author | Nova Odiantamara Putri | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-25T00:52:39Z | |
| dc.date.issued | 2024-07-08 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 25 Februari 2026_Teddy/Hendra | |
| dc.description.abstract | Indonesia dengan keberagaman adat istiadat, bahasa, ras, suku dan agama menghasilkan banyak warisan budaya dan sejarah. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia memiliki banyak peninggalan budaya berupa benda bersejarah dan purbakala yang tersebar di berbagai daerah seperti di Kabupaten Jember dengan bukti arkeologis berupa peninggalan situs dan artefak. Peninggalan tersebut membuktikan bahwa Kabupaten Jember pernah menjadi lintasan sejarah dalam mencari kehidupan yang layak di masa prasejarah hingga masa sejarah. Situs Alas Kotta merupakan salah satu peninggalan zaman Hindu-Budha yang berada di Dusun Langsepan Desa Kranjingan Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Peninggalan arkeologis yang telah ditemukan di Situs Alas Kotta yaitu arca, prasasti, terakota, kepingan uang logam dan batu bata kuno (batabang) yang didukung oleh catatan Belanda dan informasi dari anggota BSP. Pada Situs Alas Kotta juga ditemukan singkapan berupa gundukan yang apabila dipukul dengan palu terdengar bunyi nyaring. Namun, keberadaan situs pada saat ini sulit ditemukan. Situs peninggalan yang ada tidak dapat dilihat secara detail atau sebagian besar masih berada di bawah permukaan. Situs Alas Kotta mengalami kerusakan diduga karena peperangan pada Zaman Klasik, letusan Gunung Raung, vandalisme dan pergolakan politik pada tahun 1965. Dengan demikian, penelitian dilakukan untuk mengetahui sebaran peninggalan situs yang masih terpendam serta merekontruksi pola bangunan dari Candi Alas Kotta. Langkah ini bertujuan menjadi pertimbangan dilakukannya ekskavasi Situs Alas Kotta yang masih terpendam. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi persebaran peninggalan purbakala dari situs terpendam adalah menggunakan metode geolistrik resistivitas. Metode geolistrik resistivitas adalah teknik yang digunakan untuk memahami sifat batuan di bawah permukaan tanah berdasarkan nilai resistivitas batuan. Prinsip kerja dari metode geolistrik resistivitas adalah dilakukan penginjeksian arus listrik ke permukaan tanah dengan menggunakan dua elektroda arus dan dua elektroda potensial untuk mengukur nilai beda potensial. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik resistivitas 3D konfigurasi Pole-Pole. Konfigurasi Pole-Pole merupakan metode resistivitas sederhana karena hanya membutuhkan satu elektroda arus dan potensial yang aktif sedangkan satu elektroda arus dan potensial lainnya diletakkan pada jarak tak terbatas. Pengaturan elektroda yang sederhana membuat konfigurasi Pole-Pole mudah dioperasikan di lapangan sehingga dapat mengurangi waktu pengambilan data serta memungkinkan survei lebih cepat dan efisien. Konfigurasi Pole-Pole mempunyai rasio sinyal terhadap noise yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan kualitas data yang diperoleh. Pengambilan data dilakukan sebanyak 11 lintasan dengan panjang lintasan adalah 20 meter. Jarak antar lintasan adalah 2 meter dengan spasi elektroda pada setiap lintasan adalah 2 meter. Setelah data lapangan diperoleh, pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Excel untuk diperoleh nilai resistansi (R) kemudian dikalikan dengan faktor geometri (K) sehingga nilai resistivitas semu (𝜌𝑎) dapat diketahui. Data yang sudah diolah kemudian dimodelkan menggunakan software Res3Dinv. Pada software Res3Dinv, nilai resistivitas semu diubah menjadi resistivitas sebenarnya dengan metode inversi. Hasil inversi memberikan informarsi berupa citra yang menunjukkan variasi nilai resistivitas dan kedalaman batuan yang teridentifikasi. Interpretasi hasil anomali dan nilai resistivitas referensi dijadikan parameter dalam menentukan keberadaan situs yang terpendam. Nilai hasil interpretasi resistivitas diolah lebih lanjut untuk diperoleh suatu sayatan horizontal, sayatan vertikal dan bentuk 3D menggunakan software CorelDRAW X7. Berdasarkan hasil pengolahan data 3D menggunakan software Res3Dinv menunjukkan citra sebaran hasil resistivitas bawah permukaan. Pada penampang horizontal memberikan gambaran permukaan secara mendatar, penampang vertikal memberikan gambaran permukaan secara tegak lurus dan bentuk 3D memberikan gambaran berupa panjang, lebar dan tinggi sehingga dapat dilihat dari berbagai sisi. Jenis material yang terindikasi berupa batuan andesit, batuan putih atau batuan kapur dan batuan tanah liat atau lempung. Batuan andesit dengan nilai resistivitas 308 – 854 Ωm tersebar dibeberapa lintasan dengan kedalaman 0 – 3,01 m dari permukaan tanah. Sedangkan batuan tanah liat atau lempung sebagai bahan utama batu bata menjadi batuan yang mendominasi dengan nilai resistivitas 1,9 – 40,2 Ωm di kedalaman 0 – 19,2 m dari permukaan tanah. Fakta tersebut diperkuat dengan banyak ditemukan serpihan batu bata dengan motif guratan disekitar lokasi penelitian. Pada pusat candi terdapat gundukan dengan anomali berbunyi nyaring dengan nilai resistivitas 14,5 – 854 Ωm yang diduga terdapat rongga udara sebagai sumuran candi. Hasil pola distribusi bawah permukaan dari situs Alas Kotta disesuaikan dengan hasil rekontruksi yang dibuat oleh anggota BSP, terdapat anomali resistivitas 14,5 – 40,2 Ωm yang diduga sebagai struktur anak tangga atau pintu masuk ke dalam Candi Alas Kotta. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dr. Agus Suprianto, S.Si., M.T. DPA : Nurul Priyantari, S.Si., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4334 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | |
| dc.subject | Metode Geolistrik Resistivitas | |
| dc.subject | Langsepan | |
| dc.title | Identifikasi Situs Terpendam di Dusun Langsepan-Sumbersari-Jember Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas 3D Konfigurasi Pole-Pole | |
| dc.type | Other |
