Analisis Ekspresi Emotif Pada Unggahan Tentang Kekerasan Seksual di Twitter Dalam Perspektif Gender
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian
ini berupa tuturan pada 41 unggahan tentang kekerasan seksual yang diunggah pada
tanggal 01-31 Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode simak bebas
libat cakap (SBLC), teknik potret (screenshot) dan teknik catat dalam tahap
penyediaan data berupa unggahan di media sosial. Metode analisis data yang
digunakan merupakan metode padan referensial dan kontekstual yang dilanjutkan
dengan metode interpretasi. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan
pada penelitian ini adalah metode penyajian informal berupa kata-kata biasa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi emosi pada unggahan
tentang kekerasan seksual di Twitter merupakan emosi negatif yaitu emosi amarah,
kesedihan, takut, dan jengkel. Pengunggah mengekspresikan emosi dengan
berbagai ungkapan ekspresif seperti penggunaan kata kasar yaitu anjing, biadab,
sinting, bajingan, setan, ga waras, bangsat, dajal, gak ada otak, otak lo. Selain itu,
terdapat pengunggah yang mengekspresikan emosinya dengan mengungkapkan
perasaan seperti ungkapan sedih, pgn nangis, menitikan air mata, waswas, ngerasa
gak aman, capek, pengen muntah, muak, gedeg. Adapun pengunggah yang
mengekspresikan emosinya tidak hanya menggunakan kata-kata tetapi juga dengan
penggunaan emoji atau karakter gambar yaitu emoji wajah marah, wajah menangis,
dan wajah sedih.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian
ini berupa tuturan pada 41 unggahan tentang kekerasan seksual yang diunggah pada
tanggal 01-31 Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode simak bebas
libat cakap (SBLC), teknik potret (screenshot) dan teknik catat dalam tahap
penyediaan data berupa unggahan di media sosial. Metode analisis data yang
digunakan merupakan metode padan referensial dan kontekstual yang dilanjutkan
dengan metode interpretasi. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan
pada penelitian ini adalah metode penyajian informal berupa kata-kata biasa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi emosi pada unggahan
tentang kekerasan seksual di Twitter merupakan emosi negatif yaitu emosi amarah,
kesedihan, takut, dan jengkel. Pengunggah mengekspresikan emosi dengan
berbagai ungkapan ekspresif seperti penggunaan kata kasar yaitu anjing, biadab,
sinting, bajingan, setan, ga waras, bangsat, dajal, gak ada otak, otak lo. Selain itu,
terdapat pengunggah yang mengekspresikan emosinya dengan mengungkapkan
perasaan seperti ungkapan sedih, pgn nangis, menitikan air mata, waswas, ngerasa
gak aman, capek, pengen muntah, muak, gedeg. Adapun pengunggah yang
mengekspresikan emosinya tidak hanya menggunakan kata-kata tetapi juga dengan
penggunaan emoji atau karakter gambar yaitu emoji wajah marah, wajah menangis,
dan wajah sedih.
Description
Reaploud Repository 25 Maret_agus
