Sintesis dan Karakterisasi MIP (Molecularly Imprinted Polymers) dengan Monomer Akrilamid untuk Isolasi Naringenin dari Ekstrak Daging Buah Jeruk Nambangan (Citrus Maxima)
| dc.contributor.author | Dafena Alief Nur Verada | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-16T04:19:49Z | |
| dc.date.issued | 2025-05-15 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 10 maret 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Naringenin merupakan senyawa golongan flavonoid yang umumnya ditemukan pada buah-buahan, seperti di dalam daging buah jeruk Nambangan (Citrus maxima). Naringenin memiliki beragam aktivitas farmakologi yang terus diteliti hingga saat ini, misalnya sebagai agen kardioprotektif dan antikanker. Proses isolasi naringenin dapat dilakukan dengan beragam metode, salah satunya yaitu MIP (Molecularly Imprinted Polymers). MIP bekerja melalui mekanisme adsorpsi dan prinsip "kunci & gembok". Molekul target akan selektif diikat atau diadsorpsi oleh MIP karena MIP memiliki sisi aktif pengenal yang sesuai dengan struktur molekul target. Oleh karena itu, isolasi naringenin menggunakan metode MIP bersifat lebih selektif, tidak menggunakan banyak pelarut, prosesnya cepat, serta biaya yang dikeluarkan lebih terjangkau. Keberhasilan proses sintesis MIP bergantung pada komponen-komponen penyusun MIP. Komponen penyusun MIP terdiri dari naringenin sebagai template, akrilamid sebagai monomer fungsional, EGDMA sebagai crosslinker, benzoil peroksida sebagai inisiator, dan kloroform serta asetonitril sebagai porogen. MIP disintesis dengan membuat beberapa formula dengan perbandingan rasio yang berbeda antara monomer fungsional dan crosslinker. Perbandingan rasio bahan dapat mempengaruhi kapasitas pengikatan dan selektivitas dari MIP. Proses sintesis MIP diawali dengan melarutkan naringenin dan akrilamid ke dalam asetonitril. Selanjutnya, benzoil peroksida dilarutkan ke dalam kloroform. Kedua larutan tersebut dicampur dan ditambahkan EGDMA. Larutan dihomogenkan kemudian dipurging menggunakan gas nitrogen selama 10 menit. Setelah dipurging, larutan disintesis di atas hotplate pada suhu 60oC selama 2 jam dalam kondisi tertutup rapat. Setelah 2 jam akan terbentuk padatan polimer yang kemudian dikeringkan, digerus, dan diayak agar memiliki ukuran partikel yang seragam. Agar MIP dapat diaplikasikan ke dalam sampel, maka template naringenin di dalam MIP harus dikeluarkan terlebih dahulu menggunakan metanol dengan waktu inkubasi selama 45 menit. Setelah puncak naringenin tidak terdeteksi pada larutan pencuci maka MIP dapat digunakan. Sebagai kontrol maka NIP juga perlu disintesis. Namun pada sintesis NIP tidak ditambahkan template naringenin. MIP dan NIP hasil sintesis selanjutnya dikarakterisasi menggunakan SEM dan FTIR. Hasil SEM menunjukkan adanya rongga non-spheris yang tampak pada MIP setelah pencucian. Hasil FTIR menunjukkan bahwa diantara rentang 1600- 1475 cm-1 terdapat ikatan C=C aromatis yang khas pada spektra naringenin murni dan MIP sebelum pencucian. Selanjutnya untuk pengujian Batch Rebinding Assay (BRA) dilakukan optimasi waktu, suhu, pH, dan konsentrasi inkubasi. Didapatkan hasil kondisi inkubasi pengujian yaitu 45 menit, suhu 40oC, pH 7, dan konsentrasi 35 mg.L-1 . Dari hasil BRA didapatkan bahwa formula yang memiliki nilai kapasitas pengikatan (Q) tertinggi adalah formula C dengan waktu inkubasi 45 menit sebesar 1,9548 mg.g-1 dengan nilai IF 19,0454. Formula C tersusun dari template naringenin 0,12 mmol; monomer akrilamid 0,48 mmol; crosslinker EGDMA 12 mmol, inisiator benzoil peroksida 3,5%; porogen berupa kloroform 10 mL, dan asetonitril 10 mL. Dari formula optimum tersebut dilakukan uji selektivitas, % perolehan kembali, dan aplikasi pada ekstrak etanol daging jeruk Nambangan (Citrus maxima). Hasil uji selektivitas dan %perolehan kembali menunjukkan bahwa MIP hasil sintesis secara selektif dapat mengikat naringenin dibanding dengan senyawa lain yang identik serta dapat melepaskan kembali naringenin dengan nilai % perolehan kembali sebesar 87,2182%±1.0744%. Hasil uji pada ekstrak etanol daging jeruk Nambangan (Citrus maxima) menunjukkan bahwa MIP mampu mengikat naringenin sebesar 1,6040 mg.L-1 dan melepaskan kembali sebesar 1,3694 mg.L-1. Oleh karena itu, didapatkan nilai Q 0,3208 mg.g-1 dan %perolehan kembali sebesar 85,3719%. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. apt. Yuni Retnaningtyas, S.Si., M.Si. Dosen Pembimbing Anggota : Dr. apt. Dian Agung Pangaribowo, M.Farm. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5401 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | Naringenin | |
| dc.subject | Jeruk Nambangan | |
| dc.subject | Molecularly Imprinted Polymers | |
| dc.subject | Monomer Akrilamid | |
| dc.title | Sintesis dan Karakterisasi MIP (Molecularly Imprinted Polymers) dengan Monomer Akrilamid untuk Isolasi Naringenin dari Ekstrak Daging Buah Jeruk Nambangan (Citrus Maxima) | |
| dc.type | Other |
