Tradisi Sumur Mbahbungkak dalam Perilaku Pencarian Perawatan Anak dengan Keterlambatan Berjalan di Desa Sukomulyo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Kemampuan berjalan merupakan salah satu indikator perkembangan motorik kasar yang sering menjadi perhatian orang tua. Kekhawatiran ketika anak belum mampu berjalan mendorong orang tua melakukan berbagai upaya, baik melalui layanan kesehatan maupun praktik perawatan tradisional yang dipengaruhi oleh nilai budaya, kepercayaan, pengalaman keluarga, dan lingkungan sosial. Salah satu praktik budaya yang masih dijalankan adalah Tradisi Sumur Mbahbungkak di Desa Sukomulyo yang dipercaya sebagai bentuk ikhtiar untuk membantu anak dapat berjalan. Kepercayaan terhadap tradisi tersebut berkembang melalui pengalaman masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun sehingga memengaruhi perilaku orang tua dalam memilih perawatan kesehatan anak. Kondisi ini menunjukkan adanya keterkaitan antara aspek budaya dan perilaku pemeliharaan kesehatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku perawatan kesehatan anak dalam konteks Tradisi Sumur Mbahbungkak dengan menggunakan teori perilaku WHO yang dimodifikasi dengan Explanatory Model sebagai dasar analisis.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi di Desa Sukomulyo. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari – Februari 2026. Informan terdiri dari 6 orang yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi yang terdiri dari ibu dan nenek, juru kunci, ketua RT, tenaga kesehatan, dan kader posyandu. Fokus penelitian meliputi pengetahuan, sikap, sumber daya, budaya, serta perilaku masyarakat terkait perawatan kesehatan anak dalam konteks tradisi sumur Mbahbungkak. Data primer melalui wawancara mendalam dan observasi, dengan peneliti sebagai instrumen utama dibantu dengan panduan wawancara dan alat dokumentasi. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, serta uji dependabilitas oleh dosen pembimbing. Analisis data menggunakan Thematic Analysis untuk mengidentifikasi tema utama dari transkrip. Nomor Laik Etik : 3650/UN25.8/KEPK/DL/2025 oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perilaku masyarakat dalam perawatan kesehatan anak melalui tradisi Sumur Mbahbungkak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Aspek thought and feeling, orang tua memandang kondisi anak yang belum dapat berjalan bukan sebagai penyakit, melainkan sebagai bagian dari proses perkembangan, seperti kurang latihan atau takut berjalan. aspek personal reference, keputusan membawa anak ke tradisi dipengaruhi oleh keluarga besar, dan juru kunci yang dianggap memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait tradisi tersebut. Aspek resources, tradisi dianggap mudah dijangkau, dari segi lokasi, biaya, dan pelaksanaannya, sehingga menjadi pilihan yang praktis bagi masyarakat. Aspek culture, tradisi dipandang sebagai warisan budaya yang mengandung nilai spiritual dan keyakinan terhadap barokah. Pelaksanaan tradisi dilakukan melalui tahapan yang telah menjadi tata cara masyarakat, mulai dari doa yang dipimpin juru kunci hingga pembasuhan kaki anak menggunakan air Sumur Mbahbungkak. Meskipun demikian, sebagian besar orang tua tetap memanfaatkan layanan kesehatan untuk memantau tumbuh kembang anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku perawatan kesehatan anak terbentuk melalui interaksi antara aspek thought and feeling, personal reference, resources, dan culture, sehingga tradisi diposisikan sebagai salah satu bentuk ikhtiar budaya yang berjalan berdampingan dengan layanan kesehatan formal.
Kesimpulan dari penelitian ini yakni perilaku masyarakat dalam perawatan kesehatan anak melalui Tradisi Sumur Mbahbungkak dipengaruhi oleh pengetahuan, keyakinan, pengalaman keluarga, pengaruh orang terdekat, sumber daya, dan nilai budaya. Faktor-faktor tersebut membentuk keputusan orang tua untuk menjadikan tradisi sebagai salah satu bentuk ikhtiar dalam mendukung tumbuh kembang anak tanpa mengesampingkan layanan kesehatan. Penelitian ini menyarankan penguatan kerja sama antara keluarga, tenaga kesehatan, dan kader posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang anak, serta pengembangan penelitian selanjutnya agar perilaku perawatan anak dalam konteks budaya dapat dikaji secara lebih luas.
Description
Finalisasi 16 Juli 2026_Yudi
