Perbedaan Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) dengan Sianida dan Tanpa Sianida terhadap Pertumbuhan Porphyromonas gingivalis dengan Spektrofotometer

dc.contributor.authorYon Ferari Puspa Dewi
dc.date.accessioned2026-02-25T06:43:24Z
dc.date.issued2024-07-03
dc.descriptionReupload file repository 25 februari 2026_agus/feren
dc.description.abstractPeriodontitis di Indonesia memiliki prevalensi yang tinggi dengan presentase sebesar 74,1% kasus. Periodontitis diakibatkan oleh bakteri periodontopatogen, dan bakteri periodontopatogen yang secara umum sering dikaitkan dengan periodontitis adalah Porphyromonas gingivalis (P. gingivalis). Selain terapi dasar, terapi suportif menggunakan antibiotik juga perlu diberikan. Pemberian antibiotik mengakibatkan sejumlah efek samping pada tubuh, sehingga bahan alami dengan kandungan aktif antibakteri bisa menjadi alternatif pilihan. Salah satu tanaman yang mengandung zat aktif antibakteri yang baik adalah daun singkong. Namun, penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa tanaman singkong mengandung zat glikosianogenik. Zat ini dapat memproduksi asam sianida (HCN) yang memiliki sifat racun dan berpotensi toksik jika masuk ke dalam tubuh, sehingga perlu dihilangkan. Proses lanjutan penghilangan asam sianida pada daun singkong, secara bersamaan juga menyebabkan efek destruktif pada senyawa fenolik daun singkong yang bersifat sangat tidak stabil. Hal ini menjadi sebab penting untuk dilakukan analisis perbedaan kemampuan antibakteri pada ekstrak daun singkong dengan dan tanpa sianida terhadap pertumbuhan P. gingivalis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbedaan daya hambat bakteri pada ekstrak daun singkong dengan sianida dan tanpa sianida terhadap pertumbuhan P. gingivalis. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan post test only control group design. Penelitian ini menguji kemampuan antibakteri menggunakan metode sepektrofotometri terhadap 8 kelompok penelitian. Kelompok kontrol terdiri dari kontrol positif (metronidazole analog 125 mg/l) dan kontrol negatif (propilen glikol). Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok ekstrak daun singkong dengan sianida dengan dosis 50, 100, dan 200 µg/ml, serta kelompok ekstrak daun singkong tanpa sianida dengan dosis 50, 100, dan 200 µg/ml. Metode pengukuran penghambatan bakteri menggunakan spektrofotometer UV-Vis yang diukur nilai absorbansinya sesudah inkubasi selama 24 jam. Data hasil penelitian dilakukan analisis data diantaranya uji normalitas menggunakan uji Shapiro Wilk dan uji homogenitas menggunakan Levene test yang menunjukkan data berdistribusi normal dan tidak homogen. Pengujian dilanjutkan dengan uji non-parametrik Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil uji Kruskal Wallis menghasilkan nilai p < 0,00 (p < 0,05), menunjukkan bahwa seluruh kelompok uji memiliki perbedaan yang bermakna dan uji Mann Whitney juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05) pada sebagian besar kelompok uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil OD pada ekstrak daun singkong dengan sianida berdosis 200 μg/ml adalah dosis paling optimal dalam penghambatan pertumbuhan bakteri dibandingkan dosis lainnya, dengan nilai OD 0,088. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa daya hambat bakteri pada kelompok ekstrak daun singkong dengan sianida menunjukkan hasil yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok esktrak daun singkong tanpa sianida dalam dosis yang sama baik pada dosis 50, 100, maupun 200 µg/ml. Perbedaan yang signifikan ini dipicu oleh adanya penurunan kadar senyawa antibakteri pada ekstrak daun singkong tanpa sianida dibuktikan pada hasil uji fitokimia lebih lanjut. Dari hasil tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas antibakteri pada ekstrak daun singkong dengan sianida dan tanpa sianida dalam menghambat pertumbuhan P. gingivalis.
dc.description.sponsorshipDPU: drg. Agustin Wulan Suci D., MDSc. DPA: drg. Zahara Meilawaty, M.Kes.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4514
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran Gigi
dc.subjectassava leaf extract
dc.subjectPorphyrmonas gingivalis
dc.titlePerbedaan Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) dengan Sianida dan Tanpa Sianida terhadap Pertumbuhan Porphyromonas gingivalis dengan Spektrofotometer
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Yon Ferari Puspa Dewi - 201610101142.pdf
Size:
1.2 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: