Analisis Risiko Kegagalan Proses Produksi Beras Premium dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog Jember merupakan unit bisnis modern yang krusial bagi ketahanan pangan, yang menunjukkan tingginya ketergantungan pada tiga Staf Operasional inti. Proses produksi yang terintegrasi, mulai dari penerimaan Gabah Kering Panen (GKP) hingga pengemasan, rentan terhadap kegagalan mutu. Analisis Failure Mode and Effect Analysis FMEA (FMEA) mengidentifikasi lima mode kegagalan utama. Melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN), kegagalan "Rendemen giling rendah kurang dari 64%" teridentifikasi sebagai risiko paling kritis dengan RPN 336 melebihi batas kritis 254, yang menyebabkan kerugian finansial signifikan akibat penurunan kelas mutu tingginya butir patah dan rendahnya beras kepala. Risiko kritis lainnya meliputi tingginya Kadar Air (KA) gabah baik GKP >28% maupun pasca-kering >14% dan potensi pertumbuhan jamur yang mengancam keamanan pangan risiko mikotoksin. Analisis Severity menunjukkan bahwa masalah kualitas bahan baku gabah adalah pemicu kerusakan struktural biji yang permanen. Sementara itu, nilai Detection yang tinggi pada sebagian besar kegagalan terutama kadar air pasca-kering dan kemasan bocor mengindikasikan kelemahan sistem kontrol mutu yang terlalu bergantung pada inspeksi visual atau variabel tunggal suhu, alih-alih pengukuran kualitas kritis secara akurat. Untuk mengatasi prioritas utama, Fault Tree Analysis (FTA) menegaskan bahwa rendahnya rendemen <64% berakar pada dua masalah Kadar air gabah pasca-kering yang suboptimal >14% dan Kinerja penggilingan yang tidak optimal. Akar masalah spesifiknya adalah malfungsi/kurang kalibrasi sensor dan ketiadaan SOP pengeringan baku, serta jarak roll penyosoh yang terlalu rapat akibat baut bergeser dan kecepatan putaran mesin yang terlalu tinggi >900rpm. Oleh karena itu, rekomendasi difokuskan pada kontrol presisi dan standardisasi, meliputi kalibrasi sensor berkala, penetapan SOP baku suhu/waktu pengeringan, stabilisasi baut celah roll, dan penguncian parameter kecepatan putaran mesin untuk menjamin operasional optimal dan rendemen target

Description

Finalisasi_Maya_10 Juni 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By