Skema Aplikasi Resolving Dominating Set pada Prediksi Waktu Panen Bunga Matahari dengan Spatio-Temporal Graph Neural Network
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Bunga matahari (Helianthus annuus L.) merupakan komoditas florikultura yang
memiliki berbagai manfaat dan nilai ekonomi. Kualitas bunga matahari dipengaruhi
oleh ketepatan waktu panen, sedangkan penentuannya masih banyak bergantung pada
pengamatan manual dan pengalaman petani. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan
berbasis data yang mampu menganalisis perkembangan tanaman sebagai dasar dalam
mengestimasi waktu panen.
Penelitian ini mengintegrasikan teori graf dan kecerdasan buatan melalui konsep
Resolving Dominating Set (RDS) dan Spatio-Temporal Graph Neural Network
(STGNN). RDS merupakan himpunan titik yang sekaligus memenuhi sifat dominating
set dan resolving set, dengan kardinalitas minimum yang disebut resolving domination
number dan dinotasikan dengan γr(G). Penelitian ini bertujuan menentukan RDS
pada graf Circular Ladder Triangle (CLTm) dan Circular Ladder Flower (CLFm),
serta menyusun skema penerapannya pada prediksi perkembangan morfologi bunga
matahari menggunakan STGNN.
Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dan terapan dengan
menggunakan metode deduktif aksiomatik, pengenalan pola, dan aplikatif. Metode
deduktif aksiomatik dan pengenalan pola digunakan untuk menentukan dominating
number, dimensi metrik, serta resolving domination number pada kedua graf. Metode
aplikatif digunakan untuk mengintegrasikan struktur graf dengan data perkembangan
morfologi tanaman dalam model STGNN.
Hasil analisis menunjukkan bahwa γr(CLTm) = m dan γr(CLFm) = m untuk
m ≥ 3. Skema penerapan menggunakan graf CLT3 yang terdiri atas sembilan titik dan
15 sisi. Himpunan titik representatif yang diperoleh adalah W = {v4, v5, v6}. Ketiga
titik tersebut digunakan sebagai titik dominator dan menjadi fokus dalam penyajian
hasil prediksi.
Simulasi dilakukan menggunakan Python pada Google Colaboratory dengan
data perkembangan sembilan tanaman bunga matahari selama 118 hari. Data terdiri
atas diameter bunga, diameter bunga tabung, dan panjang bunga pita dengan bentuk
dataset (118, 9, 3). Data temporal dibentuk menggunakan metode sliding window
dengan lag tiga hari sehingga menghasilkan data fitur berukuran (115, 9, 3, 3) dan data
target berukuran (115, 9, 3). Data kemudian dibagi menjadi 60% data pelatihan dan
40% data pengujian.
Model STGNN menggunakan arsitektur Temporal Graph Convolutional Network
(TGCN) dengan tiga fitur masukan, 32 hidden channels, tiga periode rekuren, fungsi
aktivasi ReLU, dan lapisan linear. Model dilatih selama 200 epoch menggunakan
optimizer Adam dengan learning rate sebesar 0,01. Berdasarkan evaluasi terhadap
seluruh snapshot pada objek loader, diperoleh nilai Mean Squared Error sebesar
0,0009.
Prediksi dilakukan selama 14 hari menggunakan metode recursive multi-step
forecasting. Hasil prediksi sebelumnya digunakan kembali sebagai masukan pada
tahap berikutnya serta diproses menggunakan operasi maksimum dan smoothing.
Proses tersebut menghasilkan kurva prediksi diameter bunga, diameter bunga tabung,
dan panjang bunga pita yang digunakan untuk menganalisis kecenderungan
perkembangan tanaman sebagai dasar dalam mengestimasi waktu panen. Program
belum menghasilkan waktu panen secara langsung dalam bentuk hari atau tanggal
tertentu.
Konsep RDS digunakan sebagai dasar penyusunan skema konseptual
penempatan sensor pada titik representatif. Namun, proses pelatihan dan prediksi
masih menggunakan data lengkap dari seluruh sembilan tanaman. Secara keseluruhan,
penelitian ini menghasilkan kajian teoritis RDS pada graf CLTm dan CLFm, serta
skema integrasi RDS dan STGNN untuk mendukung estimasi waktu panen bunga
matahari berdasarkan perkembangan morfologi tanaman.
Description
Finalisasi Maya_19 Agustus 2026
