Prediksi Kredit dan Indeks Musiman (Seasonal Index) pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Istilah kredit tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia saat ini, baik
masyarakat di perkotaan maupun di pedesaan telah banyak melakukan kegiatan
konsumsi melalui perkreditan. Walaupun kredit disertai dengan bunga atau biaya
tambahan dari biaya pengembalian pokok pinjaman, kredit tetap menjadi pilihan
karena secara tidak langsung masyarakat merasa beban pembayaran dalam
kegiatan perekonomian yang ditanggung menjadi lebih ringan dibandingkan
melakukan pembayaran secara tunai. Berbagai jenis bank yang ada di Indonesia,
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan salah satu lembaga keuangan yang
juga melakukan kegiatan usahanya dalam bentuk pemberian kredit. BPR dikenal
sebagai motor penggerak perekonomian daerah karena kegiatan utama usahanya
melayani usaha-usaha kecil serta masyarakat yang tinggal di kecamatan dan
pedesaan. BPR juga memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh bank
umum lainnya. Sebelum pemberian kredit direalisasikan, BPR dapat melakukan
prediksi kredit yang akan diberikan untuk beberapa periode kedepan
menggunakan informasi sebelumnya berupa laporan keuangan. Hal ini dilakukan
agar pemberian kredit menjadi tepat sasaran dan mengurangi terjadinya risiko
yang disebabkan karena kredit macet. Fenomena prediksi kredit terjadi karena
adanya kegiatan pemberian kredit saat musim tertentu yang berulang setiap tahun
sehingga membentuk suatu pola. Gerakan musiman (seasonal movement or
variation) menjadi salah satu komponen yang berpengaruh dalam menentukan
pola perkembangan penyaluran kredit. Gerakan musiman dapat dibuktikan
melalui perhitungan indeks musiman (seasonal index) dalam bentuk hasil berupa
persen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memprediksi kredit yang
dapat digambarkan melalui pola perkembangan penyaluran kredit selama TW IV/
2019 dan TW I-III/ 2020. Tujuan lainnya yaitu untuk mentelaah fluktuasi kredit
pada BPR yang dipengaruhi oleh variabel Indeks Musiman, Bunga Kredit, Non
Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Return On Assets (ROA),
Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Biaya Operasiona pada Pendapatan
Operasional. Penelitian ini menjelaskan explanatory research dengan populasi berupa
seluruh laporan keuangan triwulanan BPR di Kabupaten Jember. Teknik dalam
pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling untuk
memperoleh sampel yang representative berdasarkan kriteria yang ditentukan.
Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 299. Jenis data yang digunakan yaitu
data kuantitatif dan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan per
triwulanan yang dipublikasikan oleh OJK sejak TW I-IV/ 2014 dan TW I-III/
2019. Laporan keuangan tersebut dapat diunduh melalui website resmi OJK pada
https://ojk.go.id. Metode analisis yang digunakan antara lain: metode pemulusan
ganda eksponensial (exponential double smoothing method), metode rasio rata
rata bergerak (ratio moving to average method) dan analisis regresi linier
berganda. Hasil penelitian dengan menggunakan metode pemulusan ganda
eksponensial (exponential double smoothing method) menunjukkan bahwa
terdapat 10 BPR yang diprediksi terjadi peningkatan dalam kemampuan untuk
melayani kebutuhan dana debitur dan 3 BPR lainnya diprediksi terjadi penurunan
selama TW IV/ 2019 dan TW I-III/2020. Hasil penelitian dengan menggunakan
metode rasio rata-rata bergerak (ratio moving to average method) menunjukkan
bahwa pola perkembangan penyaluran kredit mengalami kecenderungan kenaikan
yang signifikan. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi linier
berganda menunjukkan bahwa variabel Non Performing Loan (NPL) dan Loan to
Deposit Ratio (LDR) berpengaruh secara parsial terhadap fluktuasi kredit.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pihak manajemen BPR dapat
melakukan prediksi kredit yang dapat digambarkan melalui pola perkembangan
penyaluran kredit. Hal tersebut bertujuan agar kredit yang disalurkan menjadi
tepat sasaran untuk beberapa periode kedepan. Selain itu pihak manajemen BPR
dapat memperhatikan variabel Non Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit
Ratio (LDR) yang berpengaruh signifikan terhadap fluktuasi kredit saat akan
menyalurkan kreditnya.
Description
Reupload Repositori File 11 Mei 2026_Kholif Basri
Approved by Teddy
