Pasar Wit-Witan Sebagai Pusat Ekonomi Lokal di Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019-2023

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Penelitian ini mengkaji Pasar Wit-Witan sebagai pusat ekonomi lokal di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2019–2023. Terdapat tiga rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana latar belakang terbentuknya Pasar Wit-Witan di Desa Alasmalang, (2) Bagaimana perkembangan Pasar Wit- Witan di Desa Alasmalang, (3) Apa dampak sosial dan ekonomi Pasar Wit-Witan terhadap masyarakat di wilayah Desa Alasmalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang mencakup lima tahap: pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer diperoleh dari wawancara, Peraturan Bupati Banyuwangi tentang Pembangunan Destinasi Wisata, Peraturan Desa Alasmalang mengenai Pelaksanaan Adat Kebo-Keboan, serta Surat Keputusan Bupati tentang Penetapan Desa Wisata, yang diakses melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Berdasarkan hasil penelitian, keberadaan Pasar Wit-Witan sebagai respons terhadap kondisi ekonomi masyarakat Alasmalang yang kurang mampu. Gagasan pasar ini muncul dari mantan Camat Singojuruh, Mohamad Lutfi, dan mendapat dukungan penuh dari warga desa, pemerintah desa, serta pemerintah kecamatan. Akhirnya, pada 25 Agustus 2019, Pasar Wit-Witan resmi didirikan. Konsep pasar mengusung nuansa tradisional tempo dulu dengan tujuan melestarikan budaya lokal Desa Alasmalang. Selama tahun 2019–2023, pasar ini mengalami perkembangan signifikan, terlihat dari perubahan struktur bangunan lapak, peningkatan jumlah pedagang, dan pelebaran panggung ekspresi untuk seniman lokal. Selain itu, keberadaan pasar kuliner tradisional memberdayakan warga, mendorong kesejahteraan ekonomi, memperkuat hubungan sosial, dan melestarikan budaya. Seiring itu, eksistensi Pasar Wit-Witan turut meningkatkan popularitas Desa Alasmalang sebagai destinasi wisata budaya. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Pasar Wit-Witan tidak hanya berperan sebagai ruang transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai forum pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal di Desa Alasmalang.

Description

Reupload Repositori File 18 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By