Pendugaan Laju Erosi Tanah pada Lahan Kering, Lahan Kering Bercampur Semak dan Lahan Sawah di Kabupaten Situbondo

dc.contributor.authorBondan Bhara Janottama
dc.date.accessioned2026-06-18T07:03:59Z
dc.date.issued2025-07-31
dc.descriptionReupload file repositori 15 Mei 2026_Maya Approved by Teddy
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk memprediksi laju erosi tanah di Kabupaten Situbondo dengan menggunakan model Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE) yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Kabupaten Situbondo memiliki potensi pertanian yang tinggi, terutama pada lahan kering dan sawah, namun menghadapi risiko erosi tanah yang cukup besar akibat faktor alami maupun aktivitas manusia. Penelitian ini difokuskan pada analisis lima parameter utama dalam model RUSLE, yaitu: faktor erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), tutupan lahan (C), dan tindakan konservasi (P). Metode yang digunakan melibatkan overlay empat peta tematik (penggunaan lahan, jenis tanah, kemiringan, dan geologi) untuk menghasilkan 36 cluster titik pengambilan sampel tanah. Sampel diambil pada lapisan topsoil (0–25 cm) dan dianalisis di laboratorium untuk mendapatkan data tekstur tanah, bahan organik, dan parameter lainnya. Data permeabilitas tanah diperoleh melalui bantuan perangkat lunak RETC. Data curah hujan diperoleh dari produk CHIRPS dan diolah menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai faktor R berkisar antara 448,36 hingga 895,96 MJ.mm/ha/tahun, dengan nilai tertinggi berada di wilayah selatan dan barat kabupaten. Faktor K berada pada kisaran 0,13–0,27, mencerminkan variasi ketahanan tanah terhadap erosi berdasarkan tekstur dan kandungan bahan organik. Faktor LS berkisar antara 0,03 hingga 50,94, menunjukkan adanya variasi topografi dari dataran rendah hingga lereng curam. Nilai faktor C berada antara 0,01 (sawah) hingga 0,4 (lahan kering terbuka), sedangkan nilai faktor P berkisar antara 0,4 hingga 0,8 tergantung pada kondisi konservasi lahan. Klasifikasi laju erosi tanah di Kabupaten Situbondo terbagi ke dalam kelas erosi sedang (60–180) mendominasi wilayah penelitian dengan luas 2.020 ha. Kelas erosi tinggi (180–480) memiliki luasan terbesar, yaitu 3.990 ha, diikuti oleh erosi sangat tinggi (>480) seluas 2.559 ha. Sementara itu, kelas erosi rendah relatif terbatas, dengan erosi ringan (15–60) seluas 405 ha dan erosi sangat ringan (≤15) hanya 42 ha. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian besar wilayah penelitian berada pada tingkat erosi sedang hingga sangat tinggi
dc.description.sponsorshipDPU : Dr. Ir. Subhan Arif Budiman, S.P, M.P.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9438
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectErosi Tanah
dc.titlePendugaan Laju Erosi Tanah pada Lahan Kering, Lahan Kering Bercampur Semak dan Lahan Sawah di Kabupaten Situbondo
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
BONDAN BHARA JANOTTAMA - 211510301072.pdf
Size:
3.16 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: