Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Model Problem Based Learning menggunakan Media Audiovisual dengan Media Power Point (Studi Kasus pada Peserta Didik Kelas XI IPS SMA Nuris Jember Menggunakan Model Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Ekonomi Materi Ketenagakerjaan)
| dc.contributor.author | Mohammad Rifki Yusuf | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-14T03:59:30Z | |
| dc.date.issued | 2025-03-20 | |
| dc.description | Reupload file repositori 04 Mar 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Pendidikannmerupakan langkah pertama seseoranggdalam mengenal luasnya dunia. Pendidikan dapat merubah karakter seseorang, bagaimana cara mereka berpikir, mengambil keputusan dengan baik dan rasional, serta menghargai orang lain sesuai dengan sudut pandangnya. Pentingnyappendidikan yang harus di tempuh seseorang tidak lepas dari peran guru yang menjadi titik penting bagi peserta didik. Problem based learning adalah model yang menyajikan permasalahan nyata kepada peserta didik untuk dijadikan objek analisis agar dapat mengetahui permasalan dan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Sebuah model yang menjadikan masalah sebagai pemantik dalam memulai pembelajaran, mendorong peserta didik dalam belajar, serta berkomunikasi dengan teman sebaya secara kooperatif agar dapat menemukan hasil berupa solusi. Mengembangkanqsifat berpikirikritis pada peserta didik sangat penting dalam perkembangan mental peserta didik. Berpikirqkritis diperlukan agar siswa dapat menjadi pemecah masalah yang unggul, tidak salah dalam mengambil keputusan hanya karena impulsifitas semata melainkan berdasarkan dasar-dasar dan tujuan yang jelas, dan merubah mereka menjadi manusia yang selalu bersemangat dalam mencari pengetahuan-pengetahuan baru. Salah satu materi pembelajaran ekonomi kelas XI adalah ketenagakerjaan yang membutuhkan kemampuan dalam menganilisis dan kemampuan untuk berpikir logis. Berdasarkan wawancara pada guru ekonomi pada proses pembelajaran di kelas model yang digunakan merupakan model problem based learning berbantuan media power point akan tetapi masih kurang optimal terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik atau belum mencapai tingkat yang diharapkan. Oleh karena itu penting dalam menggunakan model dan bantuan media yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal sesuai dengan capaian pembelajaran. Model pembelajaran yang dapat diterapakan adalah dengan menggunakan model problem based learning dengan bantuan media audiovisual. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental design dengan desain non equivalent control group design. Lokasi penelitian bertempat di SMA Nuris Jember, dikJalan Pangandaran 48 kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, tes, dan dokumen. Uji hipotesis menggunakan uji Independent Sample T-test. Hasil penelitian dapat dilihat dari uji hipotesis yang telah dilakukan dimana model guided inquiry learning terhadap berpikir kritis peserta didik mempunyai nilai signifikan 0,043 ≤i0,05. 2 berdasarkan data postest mengalami perubahan yang sangat positif. Nilai ulangan sebelumnya siswa dengan nilai terendah kelas eksperimen adalah 56 dan peserta didik yang mendapatkan nilai dibawah kriteria/tidak tuntas sebanyak 15 peserta didik dengan nilai rata-rata 74 dan nilai tertinggi adalah 84. Setelah pemberian treatment peserta didik mengalami kenaikan rata-rata nilai sebesar 82.1 dengan peserta didik yang dibawah kriteria menurun menjadi 3 peserta didik dari sebelumnya berjumlah 15 dengan nilai terendahnya adalah 70 dan nilai tertinggi 95. Peningkatan nilai pada siswa yang sebelumnya memiliki nilai dibawah kriteria cukup signifikan, dimana terdapat 12 peserta didik yang mendapatkan nilai diatas kriteria dan 3 sisanya hanya mengalami kenaikan nilai tetapi belum sampai kriteria yang diinginkan. Jika dibandingkan dengan kelas kontrol kelas eksperimen mengalami peningkatan rata-rata kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan dengankelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model problem based learning berbantuan media audiovisual memiliki dampak yang signifikan dibandingkan model pembelajaran problem based learning berbantuan media power point terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Sukidin, M.Pd. DPA: Lisana Oktavisanti Mardiyana, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5359 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Kemampuan Berpikir Kritis | |
| dc.title | Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Model Problem Based Learning menggunakan Media Audiovisual dengan Media Power Point (Studi Kasus pada Peserta Didik Kelas XI IPS SMA Nuris Jember Menggunakan Model Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Ekonomi Materi Ketenagakerjaan) | |
| dc.type | Other |
