Hubungan Hyperemesis Gravidarum dan Asupan Makan dengan Perubahan Berat Badan Ibu Hamil Trimester 1 di Puskesmas Sumbersari

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Perubahan berat badan (BB) pada ibu hamil yang tidak sesuai dapat menyebabkan terjadinya komplikasi pada kehamilan. Perubahan BB pada ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perubahan hormon, asupan makan, dan aktivitas fisik. Selama kehamilan terjadi perubahan hormonal pada ibu hamil, yang mengakibatkan peningkatan hormon estrogen, progesterone, dan human chorionic gonadothropine (HCG) oleh plasenta. Terjadinya peningkatan hormon tersebut dapat mengakibatkan timbulnya mual dan muntah pada awal kehamilan yang biasa disebut dengan hyperemesis gravidarum. Kasus tertinggi hyperemesis gravidarum Kabupaten Jember yaitu di wilayah Kecamatan Sumbersari dengan prevalensi kasus sebanyak 6,5% ibu hamil. Hyperemesis gravidarum menyebabkan penurunan nafsu makan sehingga terjadi perubahan berat badan yang cenderung mengarah pada penurunan BB. Perubahan BB pada trimester 1 perlu diperhatikan meskipun pada fase tersebut janin masih sangat kecil. Organ-organ vital mulai berkembang dan memerlukan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan pada trimester 1, sehingga perlu pemantauan perubahan BB pada trimester 1. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan hyperemesis gravidarum dan asupan makan dengan perubahan BB ibu hamil trimester 1 di Puskesmas Sumbersari. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari wawancara menggunakan food recall untuk melihat asupan makan dan kuesioner PUQE-24 untuk mengetahui gejala mual muntah pada ibu hamil, sedangkan data sekunder dari buku KIA untuk melihat BB awal dan dilakukan penimbangan pada saat pengambilan data. Jumlah populasi penelitian ini yaitu 109 ibu hamil trimester 1 dan sampel penelitian 47 ibu hamil trimester 1 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Teknik analisis data menggunakan chi square dan process macro.Hasil analisis unvariat menunjukkan usia ibu hamil tidak berisiko sebanyak 38 ibu hamil (80,9%) dan paling banyak pada kehamilan usia 12 minggu (70,2%). Kejadian hyperemesis gravidarum di Puskesmas Sumbersari sebanyak 17 ibu hamil trimester 1. Ibu hamil trimester 1 memiliki asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak yang kurang dari kebutuhan AKG. Ibu hamil trimester 1 yang mengalami perubahan BB yang tidak sesuai sebanyak 26 ibu hamil (55,4%). Berdasarkan uji bivariat terdapat hubungan antara hyperemesis gravidarum dengan asupan lemak pada ibu hamil trimester 1 (p=0,029), sedangan hyperemesis gravidarum dengan asupan energi, karbohidrat dan protein pada ibu hamil trimester 1 tidak ditemukan hubungan yang signifikan. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi (p=0,013), protein (p=0,000), dan lemak (p=0,000) dengan perubahan BB ibu hamil trimester 1, namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dengan perubahan BB ibu hamil trimester 1 (p=0,194). Hasil uji mediasi menyatakan asupan makan total memediasi hubungan hyperemesis gravidarum dengan perubahan BB ibu hamil trimester 1. Kesimpulan dari penelitian ini adalah didapatkan hubungan yang signifikan antara hyperemesis gravidarum dengan asupan lemak ibu hamil trimester dan didapatkan hubungan yang signifikan antara asupan energi, protein, dan lemak dengan perubahan BB ibu hamil trimester 1. Namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara hyperemesis gravidarum dengan asupan energi, karbohidrat,, protein pada ibu hamil trimester 1, dan asupan karbohidrat dengan perubahan BB ibu hamil trimester 1. Asupan makan total secara signifikan memediasi penuh hubungan antara hyperemesis gravidarum dengan perubahan BB ibu hamil trimester 1. Saran yang dapat diberikan yaitu ibu hamil trimester 1 diharapkan untuk tetap memperhatikan asupan makan meskipun mengalami gejala hyperemesis gravidarium dan mengkonsumsi protein dengan porsi kecil namun frekuensi sering, puskesmas melakukan upaya promosi kesehatan pada ibu hamil terutama pada ibu hamil dengan usia kehamilan awal. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian cohort dan memperluas cakupan penelitian dengan melibatkan variabel lainnya.

Description

Reupload file repositori 2 Februari 2026_Taufik/Halima

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By