Analisis Unjuk Kerja Generator Set Sistem Bahan Bakar Gas Dan Bahan Bakar Minyak Skala Rumah Tangga
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Peningkatan kebutuhan energi mendorong pencarian bahan bakar alternatif. Generator set (genset) banyak digunakan di daerah terpencil sebagai sumber listrik. Gas LPG menjadi alternatif karena lebih ramah lingkungan dan ekonomis dibandingkan bahan bakar minyak. Penelitian ini menganalisis kinerja genset berbahan bakar gas dan bensin dengan fokus pada daya, konsumsi bahan bakar, dan efisisensi ekonomis. Genset diuji dengan dua bahan bakar: gas LPG dan bahan bakar minyak, serta divariasikan bebannya hingga 1500 Watt. Data yang dikumpulkan meliputi arus, tergangan, RPM, dan konsumsi bahan bakar, dan efisiensi. Genset diuji mengguanakan LPG dan bahan bakar minyak dengan variasi beban 0-1500 W. Hasil pengujian menunjukan bahwa peenambahan beban pada genset menyebabkan penurunan tegangan dan putaran (RPM), serta peningkatan arus dan daya output, baik untuk bahan bakar gas maupun minyak. Pada bahan bakar gas, tegangan menurun dari 219V(beban 0 w) menjadi 208 V(beban 1500 W),RPM dari 3069 menjadi 1963, arus dari 0 A menjadi 7,68 A, dan daya mencapai 15974,44 W. Sementara pada bahan bakar minyak, tegangan turun dari 222 V ke 206 V, RPM dari 3275 ke 3207, arus dari 0 A menjadi 7,75 A, dan daya mencapai 1596,5 W. Genset berbahan bakar gas lebih efisien dalam menghasilkan daya, namun genset berbahan bakar minyak lebih stabil dalam menjaga tegangan dan putaran saat beban meningkat. Berdaarkan segi specific fuel consumption (SFC), bahan bakar minyakblebih efisien dibandingkan gas, ditunjukan dengan nilai SFC yeng lebih rendah pada setiap tingkat beban, misalnya pada beban 1500 W, SFC minyak sebesar 0,00186 liter/Wh sedangkan gas 0,003789 liter/Wh. Sementara dari sisi konsumsi bahan bakar (litter/jam), bahan bakar gas cenderung mengonsumsi lebih banyak, seperti pada beban 1500 W di mana konsumsi bahan bakar minyak dikertahui 1,89737 liter/jam, sedangkan gas mencapai 6,05333 liter/ jam. Dengan demikian, secara efisiensi pemakaian per satuan energi dan total volume per jam , bahan bakar gas. Bahan bakar gas (LPG 3Kg ) lebih ekonomis pada beban rendah, dengaan biaya konsumsi sebesar sebesar Rp 6.341,59/jam (0 Watt) dan Rp 7.398,52/jam (500 Watt), dibandingkan pertalite yang masing-masing mencapai Rp 16.615,38 dan Rp 17.349,40/jam. Namun pada beban tinggi, biaya gas meningkat menjadi Rp 19.024,76/jam (1500 Watt), mendekati biaya pertalite yaitu Rp 22.736,84/jam. Dengan demikian, LPG cocok untuk beban ringan, sedangkan pertalite lebih efisien untuk beban tinggi dan penggunaan berkelanjutan karena biaya dan konsumsinya lebih stabil.
.
Description
Reupload Repositori File 26 Maret 2026_Kholif Basri
