Hubungan Durasi Berkendara, Masa Kerja, dan Penggunaan Sarung Tangan dengan Gejala Carpal Tunnel Syndrome pada Pengemudi Ojek Online di Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Ilham Mohammad Gandie | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-26T04:00:22Z | |
| dc.date.issued | 2025-05-16 | |
| dc.description | Reupload file repository 26 Februari 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu jenis neuropati kompresif yang paling umum terjadi. Penyakit ini umumnya menyerang individu yang melakukan aktivitas dengan gerakan tangan berulang, seperti pengemudi ojek online. Berbagai studi menunjukkan bahwa prevalensi CTS berada pada kisaran 5,6% hingga 15%. Pengemudi ojek online memiliki risiko lebih tinggi terhadap CTS karena aktivitas berkendara dalam waktu lama, masa kerja yang panjang, serta kebiasaan penggunaan sarung tangan yang bervariasi. Jika tidak ditangani dengan tepat, CTS dapat menyebabkan kelemahan pada jari-jari tangan yang berujung pada gangguan fungsi dalam menggenggam dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap CTS sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi berkendara, masa kerja, dan penggunaan sarung tangan dengan gejala Carpal Tunnel Syndrome pada pengemudi ojek online di Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional yang dilakukan selama satu bulan pada bulan April 2025. Data diambil dari pusat perkumpulan pengendara ojek online di Kabupaten Jember dengan teknik simple random sampling. Total sampel yang diperoleh sebanyak 86 sampel. Dari 86 responden, mayoritas pengemudi (74,42%) memiliki durasi berkendara lebih dari 8 jam, dan dari kelompok ini sebanyak 53,49% menunjukkan gejala CTS. Masa kerja lebih dari 48 bulan juga menunjukkan proporsi tertinggi dengan 47,68% responden mengalami CTS. Sementara itu, meskipun penggunaan sarung tangan rutin dilakukan oleh sebagian besar responden (51,17%), tetap ditemukan 20,93% di antaranya mengalami gejala CTS. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi berkendara (r = 0,401; p = 0,007), masa kerja (r = 0,498; p = 0,000), dan penggunaan sarung tangan (r = 0,434; p = 0,000) terhadap kejadian CTS. Ketiga variabel tersebut memiliki nilai p < 0,05, yang berarti secara statistik terdapat hubungan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa durasi berkendara, masa kerja, dan penggunaan sarung tangan memiliki hubungan yang signifikan dengan gejala Carpal Tunnel Syndrome pada pengemudi ojek online di Kabupaten Jember. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif yang tepat untuk mengurangi risiko CTS, seperti pengaturan waktu kerja, penyuluhan ergonomi, serta edukasi penggunaan alat pelindung diri yang benar. | |
| dc.description.sponsorship | Dr.dr. Muhammad Ihwan Narwanto, M.Sc - dr. Septa Surya Wahyudi, Sp.U. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4633 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran | |
| dc.subject | Durasi Berkendara | |
| dc.subject | Masa Kerja | |
| dc.subject | Penggunaan Sarung Tangan | |
| dc.subject | Gejala Carpal Tunnel Syndrome | |
| dc.subject | Ojek Online | |
| dc.title | Hubungan Durasi Berkendara, Masa Kerja, dan Penggunaan Sarung Tangan dengan Gejala Carpal Tunnel Syndrome pada Pengemudi Ojek Online di Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
