Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) dan Sulfur Dioksida (SO2) di Udara Ambien serta Keluhan Kesehatan Pada Masyarakat Berisiko di Jember (Studi di Jalan Kalimantan dan Jalan Jawa Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas kesehatan masyarakat
Abstract
Pertumbuhann dan perkembangan industri seiring dengan kemajuan jaman
telah menggeser penggunaan mesin-mesin dan alat-alat transportasi. Kemajuan
industri selain memberikan keuntungan juga memiliki risiko terhadap lingkungan,
khususnya pencemaran udara. Sektor transportasi merupakan penyumbang 80%
pencemaran udara di daerah perkotaan di Indonesia. Karbon Monoksida (CO) dan
Sulfur Dioksida (SO2) merupakan bahan pencemar yang paling banyak yang
dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Pencemaran udara yang melebihi nilai
ambang batas dapat membahayakan kesehatan khususnya bagi masyarakat yang
sering terpapar. Dampak negatif dari bahan pencemar tersebut pada manusia ialah
keluhan kesehatan berupa iritasi saluran pernapasan dan penurunan fungsi paru
dengan gejala batuk, sesak napas, dan meningkatkan penyakit asma.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji konsentrasi CO dan SO2 di
udara ambien serta keluhan kesehatan pada masyarakat berisiko di Jember (Jalan
Jawa dan Jalan Kalimantan Kecamatan Sumbersari). Jenis penelitian ini adalah
deskriptif yang memiliki dua sampel penelitian, yaitu sampel lingkungan dan
sampel manusia. Sampel lingkungan yang diukur adalah udara ambien di 3 titik
Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember untuk
mengukur konsentrasi CO dan SO2. Sampel manusia dalam penelitian ini, yaitu
masyarakat berisiko di Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan yang terdiri dari
pedagang kaki lima dan petugas parkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 41,7% responden berumur 45-54
tahun, 66,6% memiliki masa kerja 6-10 tahun, 89,7% terpapar lebih dari 6 jam
sehari, 58,3% memiliki status gizi normal dan 50% tidak memiliki kebiasaan
merokok. Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi CO tertinggi sebesar 35,4
ppm dan konsentrasi CO terendah sebesar 9,7 ppm. Konsentrasi SO2 tertinggi
yaitu sebesar 9,48 µgr/Nm3 dan konsentrasi SO2 terendah sebesar <6,87 µgr/Nm3.
Responden paling banyak mengalami keluhan kesehatan yaitu sebesar 53,3%.
Keluhan kesehatan yang banyak dirasakan responden yaitu batuk 66,7%, sakit
kepala 83,3% dan mata perih 71,7%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat
berisiko di sekitar Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan Kecamatan Sumbersari
Kabupaten Jember terbanyak pada rentang paling banyak usia 45-54 tahun, yang
pada umumnya telah bekerja selama 6-10 tahun, lama paparan per hari >6 jam,
memiliki status gizi normal dan paling banyak tidak memiliki kebiasaan merokok.
Konsentrasi CO tertinggi sudah melebihi nilai ambang batas pada Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No 41 Tahun 1999 tentang Baku Mutu Udara
Ambien Nasional yaitu 30.000 µg/Nm3 ekivalen dengan 26,19 ppm. Sedangkan
konsentrasi SO2 tertinggi masih di bawah nilai ambang batas. Masyarakat berisiko
di sekitar Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan Kecamatan Sumbersari Kabupaten
Jember paling banyak mengalami keluhan kesehatan. Jenis keluhan kesehatan
yang paling banyak dialami oleh responden adalah sakit kepala, iritasi mata/mata
perih dan batuk. Keluhan kesehatan yang terendah dan tidak pernah dialami oleh
responden adalah keluhan detak jantung meningkat, telinga berdengung dan
pingsan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi kajian kepada Pemerintahan
Daerah Jember untuk melakukan pemeriksaan lingkungan secara rutin untuk
mengukur dan memantau kualitas udara di udara ambien, memperhatikan serta
melakukan sistem pemantauan emisi pada kendaraan umum yang banyak
beroperasi di jalan raya.
Description
reupload file repository 15 april 2026 izza/toufik
