Perancangan Kawasan Wisata Sentra Industri Marmer di Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu penyumbang sumber daya
batuan marmer di Indonesia sehingga mendapat julukan “Kota Marmer”. Sumber
daya alam berupa bentang alam batuan marmer di kabupaten ini terletak di
Kecamatan Campurdarat dan Kecamatan Besuki. Sentra industri marmer di dua
kecamatan ini ditetapkan menjadi kawasan prioritas pengembangan wisata buatan,
dalam Peraturan Bupati Tulungagung Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Penetapan
Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Kabupaten Tulungagung. Dalam RTRW
Kabupaten Tulungagung Tahun 2023-2043, kawasan peruntukan industri yang ada
di dua kecamatan ini ditetapkan sebagai kawasan strategis dari sudut kepentingan
pertumbuhan ekonomi. Selain itu, untuk industri marmer yang berada di Desa
Besole Kecamatan Besuki juga dikategorikan sebagai daya tarik wisata buatan. Dua
kecamatan yang memiliki sentra industri mamer ini memiliki perbedaan pada ciri
fisik kawasannya sehingga identitas kawasan industri marmer di Kecamatan Besuki
tidak sekuat Kecamatan Campurdarat, maka dari itu tujuan dilakukannya penelitian
ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi eksisting elemen citra kota dan rancang
kota di kawasan sentra industri marmer Kecamatan Besuki dan selanjutnya dapat
dirumuskan rancangan sentra industri marmer di Kecamatan Besuki sebagai
kawasan wisata yang dapat meningkatkan identitas kota. populasi dan sampel
penelitian adalah stakeholder yang memiliki keterkaitan dalam pengembangan
kawasan industri marmer di Kecamatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah triangulasi teknik dan survei data sekunder. Metode analisis yang digunakan
adalah metode deskriptif dan metode perancangan.
Kondisi eksisting elemen jalur berupa jalan kolektor primer dan jalan
lingkungan sekunder. Batas kawasan industri dengan wilayah sekitarnya kurang
jelas karena tidak ada pembatas. Pada elemen kawasan terdapat beberapa toko
kerajinan dan tempat pengolahan batu marmer. Elemen simpul berupa lapangan,
pasar, dan persimpangan jalan. Terdapat satu landmark yang terletak di dalam gang.
Elemen tata guna lahan lokasi penelitian termasuk dalam kawasan untuk tanaman
pangan, hutan produksi tetap, permukiman, perkebunan, hutan lindung,
perlindungan setempat, dan hortikultura. Mayoritas bentuk dasar badan bangunan
adalah gabungan persegi dengan atap pelana serta fasade, ketinggian, dan jarak tiap
bangunan yang beragam. Sirkulasi kendaraan lancar pada hari biasa dan lebih padat
pada hari libur serta sistem parkir on-street dan off-street. Elemen ruang terbuka
berupa lapangan olahraga dan pemakaman umum. Tidak ada jalur untuk pejalan
kaki karena jalan yang tidak terlalu lebar. Aktivitas pendukung berupa pasar, kantor
desa, dan tempat peribadatan. Elemen penandaan berupa gapura masuk desa,
petunjuk arah, dan penandaan komersial. Pada elemen preservasi dan konservasi
terdapat situs bersejarah Makam Bedalem. Perancangan kawasan wisata sentra
industri marmer dilakukan melalui penyediaan vegetasi di sepanjang jalan;
pemberian gapura pada jalan utama; penggunaan bukaan yang lebar pada fasade;
penataan area di sekitar simpul; pemberian penanda visual di persimpangan jalan;
pemberian landmark di jalan utama; pembuatan zoning kawasan; penataan lanskap
di luar bangunan; penambahan tempat parkir off-street; pemberian hardscape di
sekitar lapangan; pengubahan desain pendopo; penambahan dan pengubahan
signage; perubahan diksi pada gapura batas desa; dan penambahan lampu di situs
Makam Bedalem.
Description
Reupload File Repository 11 Juni 2026_Yudi
