Implementasi Terapi Musik dan Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Nyeri Akut Pasien Post Apendiktomi di RSUD dr. Haryoto
| dc.contributor.author | Pasya Nova Tauyunming | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-09T08:32:50Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-10 | |
| dc.description | Finalisasi 9 Juli 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Apendisitis merupakan inflamasi pada apendiks yang memerlukan tindakan pembedahan berupa apendiktomi. Pascaoperasi, pasien sering mengalami masalah keperawatan nyeri akut akibat kerusakan jaringan dan pelepasan mediator inflamasi yang dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas pasien. Salah satu intervensi keperawatan untuk membantu menurunkan nyeri yaitu manajemen nyeri melalui teknik relaksasi napas dalam dan terapi musik. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan terapi musik dan teknik relaksasi napas dalam pada pasien post apendiktomi dengan masalah keperawatan nyeri akut di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Partisipan adalah Ny. N., usia 54 tahun, mengalami masalah keperawatan nyeri akut, compos mentis, tidak mengalami gangguan pendengaran dan pernapasan, bersedia menjadi partisipan penelitian dengan menandatangani informed consent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ny. N memenuhi 80% tanda mayor masalah keperawatan nyeri akut, yaitu mengeluh nyeri perut kanan bawah pada area apendiktomi dengan skala nyeri 6, tampak meringis saat nyeri timbul, melindungi area nyeri, gelisah, dan nadi 100 kali per menit. Ditemukan 1 tanda minor berupa tekanan darah 125/90 mmHg. Intervensi yang dilakukan adalah teknik relaksai napas dalam selama 15-20 menit dan terapi musik selama 15 menit. Implementasi dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut. Setelah implementasi selama 3 hari, Ny. N mengatakan nyeri sudah berkurang, skala nyeri 1, tidak tampak meringis, tidak bersikap melindungi area nyeri, tidak gelisah, frekuensi nadi 95 kali per menit, tekanan darah 115/85 mmHg. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi teknik relaksasi napas dalam dan terapi musik mampu membantu menurunkan nyeri akut pada pasien post apendiktomi melalui mekanisme relaksasi, distraksi, serta stimulasi pelepasan endorfin untuk membantu menurunkan persepsi nyeri sehingga meningkatkan kenyamanan pasien selama masa pemulihan. Dari hasil yang didapatkan, diharapkan perawat dapat menerapkan intervensi tersebut pada pasien nyeri akut post apendiktomi serta peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan durasi intervensi yang lebih beragam untuk menilai efektivitas terapi secara lebih luas. | |
| dc.description.sponsorship | 1. Ns. Laili Nur Azizah, S.Kep.Ns.,M.Kep. 2. Ns. Musviro, S.Kep., M.Kes. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10894 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | apendiktomi | |
| dc.subject | apendisitis | |
| dc.subject | nyeri akut | |
| dc.subject | relaksasi napas dalam | |
| dc.subject | terapi musik | |
| dc.title | Implementasi Terapi Musik dan Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Nyeri Akut Pasien Post Apendiktomi di RSUD dr. Haryoto | |
| dc.type | Other |
