Analisis Keberlanjutan Perikanan Tangkap Laut di Kabupaten Jember (Perspektif Blue Economy)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Indonesia mendapatkan peringkat dua sebagai negara produsen ikan laut terbesar di dunia setelah China dengan jumlah produksi sebesar 6,43 juta ton. Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memproduksi perikanan tangkap laut, yang mana pada tahun 2023 telah memproduksi sebesar 13.593 ton, dengan jenis tangkapan ikan Cakalang, Tongkol, Udang, dan ikan lainnya yang berasal dari 5 kecamatan. Menurut fenomena yang ada, pengembangan sumber daya perikanan di beberapa wilayah belum mencapai tahap berkelanjutan, dimana tingkat keberlanjutan sumber daya perikanan tangkap menunjukkan nilai rata-rata yang masih rendah pada dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan menganalisis penerapan konsep Blue Economy, status keberlanjutan perikanan tangkap laut dilihat dari dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan, dan peran aktor pada penerapan konsep blue economy dan tata kelola perikanan tangkap laut di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode analisis MDS (Multidimensional Scaling) dengan metode RAP-Fish (Rapid Appraisal for Fisheries) dan dilanjutkan analisis MACTOR. Hasil menunjukkan pelaksanaan Blue Economy pada keberlanjutan perikanan tangkap laut di Kabupaten Jember dilakukan melalui pencegahan eksploitasi, pengolahan limbah, pembentukan kawasan konservasi laut, penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, dan pengembangan kelompok nelayan. Secara multidimensi pada analisis Rap- Fisheries Ordination, status keberlanjutan perikanan tangkap laut di Kabupaten Jember dalam perspektif blue economy berada pada status cukup berkelanjutan dengan nilai indeks status keberlanjutan sebesar 65,42. Dimensi ekonomi memiliki pengaruh besar, dikarenakan nilai indeks keberlanjutan lebih tinggi dan memiliki atribut sensitif yang paling banyak. Berdasarkan hasil analisis MACTOR, peran DisPerikan, PokMasWas, Kelompok Nelayan memiliki hubungan yang kuat dalam menjalankan program keberlanjutan perikanan tangkap laut. Ketiga aktor tersebut memiliki peran paling banyak dalam segi pembuat kebijakan dan pelaksana tujuan keberlanjutan perikanan tangkap laut di Kabupaten Jember.
Description
Reupload file repositori 09 Februari 2026_Maya
