Hubungan Laju Filtrasi Glomerulus dengan Peningkatan Kadar Elektrolit (Na+ , K, Cl- ) pada Pasien Penyakit Ginjal Post Hemodialisis di RSD dr. Soebandi Jember

dc.contributor.authorAnggie Devi Pratiwi
dc.date.accessioned2026-02-23T04:15:33Z
dc.date.issued2025-03-12
dc.descriptionEntry oleh Arif 2026 Februari 23
dc.description.abstractPenyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang prevalensinya meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan memengaruhi antara 8%-16% populasi di seluruh dunia. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 prevalensi PGK di Indonesia mengalami peningkatan dibandingkan hasil Riskesdas tahun 2013 yang awalnya hanya sebesar 0,2% menjadi 0,38%. Jumlah penderita PGK dengan hemodialisis juga mengalami peningkatan secara konsisten di setiap tahunnya. PGK menyebabkan penurunan jumlah nefron secara progresif sehingga fungsi ginjal akan menurun. Hal ini mengakibatkan Na+ , K dan Cl tidak dapat diekskresikan melalui urine secara optimal dan ginjal gagal mempertahankan keseimbangan elektrolit sehingga terjadi retensi cairan yang menumpuk di ruang ekstraseluler. Kadar elektrolit pada pasien pre hemodialisis biasanya menurun sedangkan pada pasien post hemodialisis seringkali terjadi peningkatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan laju filtrasi glomerulus dengan peningkatan kadar elektrolit (Na+ , K, Cl- ) pada pasien penyakit ginjal post hemodialisis di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada November-Desember 2024 di RSD dr. Soebandi Jember. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian ini sebanyak 56 sampel. Data dianalisis melalui dua tahapan, yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien PGK post hemodialisis di RSD Soebandi Jember berjenis kelamin laki-laki (53,6%) dan paling banyak terjadi pada rentang usia 40-60 tahun (55,4%). Pasien dengan komorbid yang ditemukan ialah pasien dengan hipertensi (65%), DM (6%), dan pasien yang menderita keduanya (22%). Rata-rata nilai LFG pasien PGK post hemodialisis di RSD Soebandi Jember yaitu 8,68 ml/menit, rata-rata kadar Na+ sebesar 135,3 mmol, rata-rata kadar Cl sebesar 106 mmol, dan kadar K sebesar 4,72 mmol. Analisis bivariat menunjukkan antara nilai LFG dengan Na+ dan Cl- memiliki hubungan yang tidak signifikan (p > 0,05) dengan tingkat kekuatan korelasi lemah sedangkan nilai LFG dengan kadar K menunjukkan hubungan yang signifikan (p < 0,05) dengan arah hubungan negatif sehingga semakin rendah LFG maka kadar K pada pasien PGK semakin meningkat.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. dr. Hairrudin M.Kes. DPA: dr. Desie Dwi Wisudanti, M.Biomed.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4093
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectGlomerulus
dc.subjectKadar Elektrolit
dc.subjectPenyakit Ginjal Post Hemodialisis
dc.titleHubungan Laju Filtrasi Glomerulus dengan Peningkatan Kadar Elektrolit (Na+ , K, Cl- ) pada Pasien Penyakit Ginjal Post Hemodialisis di RSD dr. Soebandi Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ANGGIE DEVI PRATIWI - 182010101060.pdf
Size:
2.54 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: