Deteksi Dini Risiko Penyakit Diabetes Mellitus Melalui Pendekatan Pola Makan pada Pralansia – Lansia yang Tinggal di Pesisir dan Perkotaan Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran Gigi

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan penurunan fungsi sel dan organ tubuh secara alami karena proses penuaan. Penyakit degeneratif adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai pada lansia, termasuk salah satunya diabetes mellitus. Perubahan gaya hidup berupa pola makan, menjadi salah satu faktor risiko penyakit diabetes mellitus, khususnya pola makan yang tidak sehat. Masyarakat perkotaan dan pesisir memiliki pola makan yang berbeda. Masyarakat perkotaan cenderung lebih sering mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan berisiko, seperti fastfood, sedangkan masyarakat pesisir lebih sering mengonsumsi ikan karena mudah didapat. Perbedaan pola makan antara kedua populasi mencerminkan pengaruh geografis, gaya hidup, sosial ekonomi, industrialisasi, urbanisasi, dan akses terhadap sumber makanan di masing – masing wilayah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pola makan pralansia – lansia di daerah pesisir dan perkotaan terhadap terjadinya penyakit diabetes mellitus, melihat perbedaan pola makan di kedua wilayah, serta menganalisis makanan yang berisiko terhadap penyakit diabetes mellitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional (potong lintang). Subjek penelitian adalah perempuan berusia 45 – 69 tahun yang tinggal di Kelurahan Kepatihan (perkotaan) dan wilayah kerja Puskesmas Lojejer (pesisir). Jenis data yang didapatkan merupakan data kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner food frequency and food pattern untuk mencatat pola makan serta pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan glukometer. Kemudian dilakukan analisis statistik yang dimulai dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas kuesioner, dilanjutkan analisis statistik Mann Whitney untuk menganalisis perbedaan pola makan masyarakat perkotaan dan pesisir, dan untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap risiko penyakit diabetes mellitus dilakukan uji statistik Chi square. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan signifikan dalam pola makan antara kedua populasi. Adapun makanan yang berbeda secara signifikan, yaitu daging sapi, jeroan, fastfood, dan buah – buahan. Hasil analisis data uji chi square menunjukkan konsumsi nasi putih, roti, sirop/minuman manis, minyak goreng, sayur bersantan, dan gorengan memiliki hubungan yang signifikan terhadap risiko penyakit diabetes mellitus (p-value<0,05) di kedua wilayah. Jenis makanan nasi putih (perkotaan RR 3,6; pesisir RR 3,5), roti (perkotaan RR 3,9; pesisir RR 3,5), dan sirop/minuman manis (perkotaan RR 3; pesisir RR 4,2), serta makanan berlemak seperti sayur bersantan (perkotaan RR 3,4; pesisir RR 5,4), gorengan (perkotaan RR 5,6; pesisir RR 2,9), dan minyak goreng (perkotaan RR 3,7; pesisir RR 7) sering dikonsumsi di kedua wilayah. Jenis makanan yang signifikan terhadap risiko diabetes mellitus di kedua wilayah menunjukkan nilai RR>1, artinya apabila responden sering mengonsumsi makanan tersebut, maka akan berisiko sebesar nilai RR kali terhadap risiko diabetes mellitus dibandingkan responden yang jarang mengonsumsi makanan tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka kesimpulan yang diperoleh, yakni terdapat perbedaan pola makan antara kedua populasi pada beberapa jenis makanan, yaitu daging sapi, jeroan, fastfood, dan buah – buahan. Namun, perbedaan pola makan pada beberapa jenis makanan tersebut tidak berhubungan signifikan terhadap risiko diabetes mellitus. Jenis makanan yang memiliki hubungan terhadap risiko diabetes mellitus yaitu, nasi putih, roti, sirop/minuman manis, sayur bersantan, gorengan, dan minyak goreng.

Description

Reupload File Repository 12 Mei 2026_Yudi FINALISASI oleh Arif 2026 Mei 13

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By