Keberadaan Musik Keroncong di Kabupaten Sidoarjo 1998-2024
Loading...
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini membahas keberadaan musik keroncong di Kabupaten Sidoarjo pada
rentang waktu 1998–2024. Rumusan masalah dalam penelitian meliputi: kondisi
musik keroncong di Kabupaten Sidoarjo sebelum 1998, perkembangan musik
keroncong di Kabupaten Sidoarjo 1998-2024, serta dampaknya terhadap musisi dan
masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. Permasalahan kemudian dilihat melalui
pendekatan cultural studies dengan teori materialisme budaya oleh Raymond
Williams. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan empat tahapan
yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa: 1) musik keroncong di Kabupaten Sidoarjo terlacak sejak era Pemerintah
Kolonial Hindia Belanda yang kemudian berlanjut dengan kemunculan embrio era
pasca kemerdekaan Republik Indonesia oleh OK. Delta Irama dan OK. PEPABRI;
2) Perkembangan sejumlah orkes keroncong mulai tahun 1998 beriringan dengan
perkembangan Radio Siaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo (RSPK Sidoarjo)
yang menjadi wadah ekspresi hingga muncul komunitas Kopi Rojo pada tahun
2018; 3) Dampak keberadaan musik keroncong bagi musisi adalah sebagai tempat
menghibur diri sekaligus wujud eksistensi dalam dunia musik dan kelestarian
alunan musik keroncong adalah dampak langsung yang dirasakan masyarakat di
Kabupaten Sidoarjo. Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan musik keroncong
di Kabupaten Sidoarjo tetap "ada" dan berkembang sebagai bagian dari upaya
pelestarian budaya, meski belum mencapai tingkat eksistensi yang luas dalam
masyarakat Indonesia.
Description
Reupload file repositori 02 Mar 2026_Maya
