Pengaruh Variasi Penghalusan Permukaan Elektroda Co-Kawat Terhadap Karakteristik Morfologi Dan Kinerja Potensiometri Dalam Analisis Fosfat Tanah
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Abstract
Analisis fosfat umumnya dilakukan menggunakan metode
spektrofotometri, namun metode tersebut memerlukan tahapan preparasi yang
cukup kompleks dan penggunaan reagen dalam jumlah relatif besar. Sebagai
alternatif, metode potensiometri dengan elektroda Co-kawat menawarkan proses
analisis yang lebih sederhana, cepat, dan ekonomis. Kinerja elektroda ini
dipengaruhi oleh karakteristik morfologi permukaannya, sehingga variasi tingkat
penghalusan permukaan diduga dapat memengaruhi respon elektroda terhadap ion
fosfat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh
tingkat penghalusan permukaan elektroda Co-kawat terhadap morfologi
permukaan serta kinerja potensiometrinya dalam analisis fosfat tanah.
Penelitian dilakukan dengan menyiapkan Co-kawat menggunakan kertas
amplas No 400, 800, 1200, dan 1500 grit (yang dilanjutkan penghalusan dengan
bubuk alumina 0,05 µm, sehingga diperoleh variasi tingkat kekasaran permukaan.
Morfologi permukaan Co-kawat dikarakterisasi menggunakan SEM, sedangkan
elektroda yang dirakit diuji secara potensiometri menggunakan larutan standar
fosfat pada rentang konsentrasi 10⁻²–10² ppm untuk menentukan sensitivitas dan
linearitas. Elektroda dengan kinerja terbaik kemudian diaplikasikan pada analisis
fosfat tanah hasil ekstraksi Bray-P1. Setelah digunakan dalam pengukuran larutan
standar dan sampel tanah, elektroda terbaik dikarakterisasi kembali menggunakan
SEM untuk mengevaluasi perubahan morfologi permukaan akibat proses
pengukuran.
Hasil karakterisasi SEM menunjukkan bahwa variasi tingkat penghalusan
menghasilkan morfologi permukaan elektroda Co-kawat yang berbeda. Elektroda
400 grit memiliki permukaan paling kasar dengan goresan abrasif yang masih jelas
terlihat, sedangkan elektroda 800 grit dan 1200 grit menunjukkan permukaan yang
lebih rata. Elektroda 1500 grit yang dihaluskan menggunakan bubuk alumina 0,05
µm memiliki permukaan paling halus dan homogen. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa peningkatan tingkat penghalusan menyebabkan penurunan kekasaran
permukaan elektroda. Pengujian potensiometri menunjukkan bahwa variasi tingkat
penghalusan memengaruhi linearitas dan sensitivitas elektroda. Elektroda 400 grit
menghasilkan linearitas tertinggi sebesar 0,9912 dan sensitivitas sebesar −50,348
mV/dekade, diikuti oleh elektroda 800 grit (R²= 0,9675; sensitivitas= −44,642
mV/dekade), 1200 grit (R²= 0,9565; sensitivitas= −44,642 mV/dekade), dan 1500
grit + alumina 0,05 µm (R² = 0,9537; sensitivitas = −32,688 mV/dekade). Hasil ini
menunjukkan kecenderungan penurunan linearitas dan sensitivitas seiring
meningkatnya tingkat kehalusan permukaan. Permukaan yang lebih kasar pada
elektroda 400 grit diduga memberikan luas permukaan aktif yang lebih besar
sehingga interaksi antara ion fosfat dan lapisan oksida kobalt berlangsung lebih
efektif. Oleh karena itu, elektroda 400 grit dipilih sebagai elektroda terbaik dan
diaplikasikan untuk analisis fosfat tanah dari Perkebunan Sentool, Panti,
Kabupaten Jember. Hasil pengukuran menunjukkan kadar fosfat rata-rata sebesar
11,184 mg/kg tanah jagung dengan nilai SD 0,214 mg/kg dan RSD 1,916%, yang
menunjukkan presisi dan keterulangan pengukuran yang baik. Karakterisasi SEM
terhadap elektroda 400 grit setelah digunakan menunjukkan adanya perubahan
morfologi permukaan dibandingkan dengan elektroda hasil preparasi, ditandai
dengan goresan yang tampak lebih samar dan terbentuknya lapisan permukaan
yang lebih homogen. Perubahan ini mengindikasikan adanya interaksi antara ion
fosfat dan lapisan oksida kobalt selama pengukuran yang diduga berkaitan dengan
pembentukan lapisan kobalt fosfat (Co₃(PO₄)₂) pada permukaan elektroda. Secara
keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penghalusan permukaan
berpengaruh terhadap morfologi dan kinerja potensiometri elektroda Co-kawat,
dengan elektroda 400 grit memberikan kinerja terbaik dan berhasil diaplikasikan
untuk analisis fosfat tanah secara presisi. Kondisi permukaan elektroda menjadi
faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan elektroda Co-kawat
untuk analisis fosfat secara potensiometri.
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
