Analisis Peran Apoteker dan Tenaga Kefarmasian Terhadap Ketepatan Terapi Swamedikasi Diare Masyarakat Agro-Coastal Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Swamedikasi diare adalah praktik pengobatan mandiri yang sering dilakukan karena diare kerap dianggap keluhan ringan, tetapi berisiko menjadi tidak rasional ketika masyarakat memilih obat yang tidak tepat, seperti loperamide dan antibiotik tanpa pengawasan. Oleh karena itu, peran apoteker dan tenaga kefarmasian menjadi penting untuk memastikan pemilihan obat dan cara penggunaan yang aman serta tepat, khususnya di wilayah Agro-Coastal Jember. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran apoteker dan tenaga kefarmasian dengan ketepatan swamedikasi diare, yang meliputi ketepatan pemilihan obat dan cara penggunaan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan di beberapa apotek Agro-Coastal Jember pada Agustus 2025 hingga Januari 2026. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 200 orang melalui kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji koefisien kontingensi. Hasil menunjukkan responden mayoritas perempuan 67%, usia 26–35 tahun 46,5%, pendidikan terakhir SMA 71%, dan pendapatan < Rp2.500.000 sebesar 86%. Obat yang paling sering digunakan adalah loperamide 46,36% dan lebih dari separuh obat yang digunakan termasuk obat keras 53,18%. Meskipun 61,5% responden menyatakan bertemu apoteker dan 98,5% mengaku mendapat informasi obat, ketepatan swamedikasi masih rendah, yaitu ketepatan pemilihan obat sekitar 46,8% dan ketepatan cara penggunaan obat hanya sebesar 28,2%. Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara peran apoteker dan tenaga kefarmasian dengan ketepatan swamedikasi dengan p < 0,05, tetapi kekuatannya lemah berdasarkan uji koefisien kontingensi dengan nilai r = 0,233 dan r = 0,184.
Description
Reupload file repositori 14 Mei 2026_Maya
Approved by Teddy
