Analisis Kelimpahan Mikroplastik Pada Sungai Mayang Dan Instalasi Pengolahan Air Pakusari Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Mikroplastik adalah potongan sampah plastik berukuran kurang dari 5
mm. Mikroplastik memiliki efek negatif pada kesehatan jika sudah masuk ke
dalam tubuh. Oleh karena itu analisis keberadaan mikroplastik pada Sungai
Mayang dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pakusari perlu dilakukan. Penelitian
dilakukan dengan 14 sampel pada 2 kondisi, yakni kondisi sebelum hujan dan
sesudah hujan. Sampel 14 terdiri dari 2 sebelum intake, 2 setelah intake, 2 unit
prasedimentasi, 2 flokulasi, 2 sedimentasi, 2 filtrasi, dan 2 reservoir.
Penelitian ini menggunakan metode Grab Sampling. Sampel dipisahkan
dari bahan organik melalui pengayakan basah (Wet Sieving) dengan saringan no.
75 (200 μm). Untuk mengurangi sisa padatan, botol sampel disemprot dengan
akuades hingga partikel larut, lalu dikeringkan dalam oven pada suhu 90°C
selama 24 jam. Selanjutnya, proses Wet Peroxide Oxidation (WPO) dilakukan
dengan larutan Fenton untuk mengoksidasi senyawa organik, dihomogenkan
selama 5 menit, lalu dipanaskan di atas hotplate pada 75°C selama 30 menit.
Mikroplastik berukuran di bawah 5 mm kemudian disaring menggunakan kertas
saring Whatman No. 1 dan dianalisis menggunakan mikroskop dan FTIR.
Identifikasi mikroplastik ditemukan pada sampel air di Sungai Mayang
dan IPA Pakusari Jember. Mikroplastik diklasifikasikan berdasarkan bentuk,
warna, dan ukuran dengan jenis polimer yang terdeteksi meliputi Nylon,
Polypropylene (PP), Polystyrene (PS), dan Polyvinyl Chloride (PVC). Pengukuran
kualitas air juga dilakukan, berupa suhu, pH, dan kekeruhan untuk analisis
menggunakan Regresi Poisson. Data menunjukkan bahwa suhu, pH, dan
kekeruhan berpengaruh signifikan terhadap kelimpahan mikroplastik dengan
p-value <0.05 sementara kondisi sampling sebelum hujan tidak menunjukkan
pengaruh yang signifikan terhadap kelimpahan MP.
Description
Reupload File Repositori 22 Januari 2026_Kholif Basri
