Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Perawat dalam Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Daerah Balung Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) menjadi teknologi
yang wajib diterapkan oleh rumah sakit sesuai Permenkes No 82 Tahun 2013
sebagai peningkatan mutu pelayanan. Sistem dapat dikatakan berhasil apabila
pengguna salah satunya perawat merasa puas karena sistem sesuai harapan dan
kebutuhan dalam membantu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas
kerja. Kepuasan perawat yang masih rendah menunjukkan belum optimalnya suatu
sistem yang disebabkan faktor kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan
dan pengguna sistem. Kualitas sistem berkaitan dengan pengembangan SIMRS
baik tampilan, kemudahan, kecepatan respon, jaringan dan keamanan. Kualitas
informasi merupakan output dari SIMRS yang harus memiliki keakuratan,
relevansi, reeltime, dan terpercaya sehingga sesuai dengan harapan dan kebutuhan
perawat. Sedangkan pihak rumah sakit dan vendor merupakan penyedia layanan
SIMRS yang harus menjamin pelayanan selama menggunakan sistem. Perawat
sebagai pengguna sistem harus memiliki pengetahuan dan sikap yang baik dalam
penerimaan SIMRS sehingga fungsi dari sistem tersebut dapat dioperasikan
sebagaimana mestinya dan luaran yang dihasilkan sesuai kebutuhan.
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Daerah Balung Jember
menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasional
melalui pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah 107 perawat ruang rawat inap dengan teknik pengambilan
sampel totalsampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Human, Organization¸
Technology dan Net Benefits (HOT-Fit) untuk mengukur faktor yang berhubungan
dengan kepuasan perawat dan End-User Computing Satisfaction (EUCS) untuk
mengukur kepuasan perawat. Analisis univariat dalam penelitian ini
disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase, sedangkan analisis
bivariat menggunakan uji Spearman’s rho dengan nilai p value < 0,05 untuk
mengetahui kekuatan dan arah hubungan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat yang bekerja
di RSD Balung berusia 26 – 35 tahun sebanyak 55 responden (51,4%) dengan
mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu 86 responden (80,4%). Sebagian besar
perawat memiliki jenjang pendidikan D3 Keperawatan sebanyak 63 responden
(58,9%). Mayoritas perawat memiliki intensitas penggunaan SIMRS dalam satu
minggu terakhir yang sangat tinggi yaitu > 15 kali sebanyak 42 responden (39,3%).
Terdapat empat faktor yang berhubungan dengan kepuasan perawat dalam
penggunaan SIMRS dengan kategori baik yaitu kualitas sistem sebanyak 80
responden (74,8%), kualitas informasi sebanyak 90 responden (84,1%), kualitas
layanan sebanyak 93 responden (86,9%) dan pengguna sistem sebanyak 73
responden (68,2%). Sedangkan hasil pengukuran kepuasan perawat didapatkan
hampir seluruh perawat menyatakan puas dengan SIMRS yaitu sebanyak 100
responden (93,5%). Hasil tabulasi silang menunjukkan kepuasan perawat tertinggi
pada kategori puas dengan kualitas informasi baik yaitu 90 responden (84,1%).
Hasil uji Spearman’s rho didapatkan keseluruhan variabel memiliki nilai p value <
0,05 dan nilai r positif. Hal tersebut menunjukkan semakin tinggi kualitas sistem,
kualitas informasi, kualitas layanan, dan pengguna sistem maka semakin tinggi
tingkat kepuasan perawat dan sebaliknya. Hubungan kualitas informasi dengan
kepuasan perawat memiliki nilai r terbesar yaitu 0,615 yang menunjukkan kekuatan
hubungan cukup kuat dan berarah positif dengan kepuasan perawat.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara
kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan dan pengguna sistem dengan
kepuasan perawat dalam penggunaan SIMRS Daerah Balung Jember. Rumah sakit
dan vendor harus memperhatikan permasalahan perawat seperti jaringan yang
menjadi keluhan utama sehingga perlu adanya perbaikan untuk menunjang kinerja
perawat yang lebih efisien dan efektif. Perawat sebagai pengguna juga harus
mampu mengembangkan diri agar lebih memahami dalam menggunakan SIMRS
mulai proses input dan output sesuai sehingga mengurangi human error.
Description
Reuploud file repositori 26 Feb 2026_Firli
