Rantai Pasok (Supply Chain) Dan Nilai Tambah Keripik Pisang di UD. Shabrina Kabupaten Lumajang

dc.contributor.authorFirda Silfia
dc.date.accessioned2026-02-23T04:30:35Z
dc.date.issued2023-11-10
dc.descriptionReupload Repositori File 23 Februari 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractPisang merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang memberikan kontribusi besar terhadap beragamnya produksi buah-buahan nasional. Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2021, jumlah produksi pisang Indonesia mampu mencapai 8.673.793 ton, dengan provinsi penghasil pisang terbesar adalah Jawa Timur sebesar 2.067.857 ton. Sentra penghasil pisang di Jawa Timur salah satunya adalah Kabupaten Lumajang dengan total produksi pisang pada tahun 2021 sebesar 1.231.218 ton. Buah pisang memiliki sifat produk yang tidak tahan lama atau cepat busuk, sehingga pengolahan buah pisang perlu dilakukan agar dapat memberikan berbagai keuntungan. Salah satu industri pengolahan buah pisang yang dikembangkan di Kabupaten Lumajang adalah Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan keripik pisang UD. Shabrina. Industri tersebut berkembang dengan melibatkan berbagai mata rantai mulai dari petani hingga konsumen, baik yang bergerak pada aliran bahan baku maupun pada produk hasil olahan yang secara keseluruhan terancang dalam sebuah sistem rantai pasok. Berdasarkan pada kondisi tersebut, peneliti berminat mengetahui: (1) Rantai pasok pada industri kecil keripik pisang di UD. Shabrina Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang, (2) Kinerja rantai pasok petani pisang dan industri kecil keripik pisang di UD. Shabrina Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang dan (3) Besarnya nilai tambah yang dihasilkan oleh industri kecil keripik pisang di UD. Shabrina Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang. Penentuan daerah penelitian adalah dengan menggunakan metode purposive yaitu UD. Shabrina di Jalan Setail No. 20, Jogoyudan, RT 04 RW 06, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang dengan dasar pertimbangan (1) UD. Shabrina pernah mendapat juara pertama dalam lomba UP3HP (Unit Pelayanan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian) Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur pada tahun 2006, (2) UD. Shabrima telah menerima penghargaan BUMN Award Yang diadakan oleh Kementerian BUMN, (3) UD. Shabrina juga merupakan industri kecil keripik pisang yang kebersihan dan keamanannya telah mendapat sertifikat bintang (Food Safety Star Award) dari Balai POM empat tahun secara berturut-turut yaitu tahun 2010-2013. Waktu penelitian dilakukan dalam kurun waktu selama satu bulan atau 30 hari yakni pada bulan Maret-April 2023. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dan analitis. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder yang dikumpulkan dengan studi pustaka. Sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data rumusan masalah pertama terkait rantai pasok diselesaikan menggunakan metode analisis deskriptif, rumusan masalah kedua terkait kinerja rantai pasok dilakukan analisis menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan dibahas secara deskriptif dan rumusan masalah ketiga terkait besarnya nilai tambah dari pengolahan buah pisang menjadi keripik pisang dilakukan analisis menggunakan metode Hayami. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Rantai pasok pada industri kecil keripik pisang di UD. Shabrina memiliki aliran material yang mengalir dari petani pisang Agung, pedagang kecil, pedagang besar, industri kecil keripik pisang UD. Shabrina, toko (UD. Shabrina, Graha Mulia Lumajang dan Primadona Jember) hingga ke konsumen, aliran finansial mengalir dari konsumen ke petani pisang Agung berupa aliran uang tunai, sedangkan aliran informasi terjadi pada setiap mata rantai secara dua arah mengenai ketersediaan dan harga bahan baku, ketersediaan, permintaan, harga, serta komplain terkait produk keripik pisang. (2) Kinerja rantai pasok pada industri kecil keripik pisang di UD. Shabrina memiliki kriteria baik berdasarkan pengukuran indikator masukan dan keluaran dengan kriteria foodSCOR card pada anggota rantai pasok yaitu petani dan industri kecil keripik pisang di UD. Shabrina. (3) Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan pisang Agung menjadi keripik pisang di UD. Shabrina bernilai positif, dimana nilai tambah yang diberikan sebesar Rp 18.224/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 40,20%.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Skripsi : Djoko Soejono, S.P., M.P.
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4100
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectPisang
dc.subjectkomoditas pertanian
dc.subjectunggulan
dc.subjectbuah-buahan nasional
dc.titleRantai Pasok (Supply Chain) Dan Nilai Tambah Keripik Pisang di UD. Shabrina Kabupaten Lumajang
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
FIRDA SILFIA - 171510601060.pdf
Size:
1.83 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: