Analisis Kinerja Rantai Pasok Edamame pada PT Gading Mas Indonesia Teguh di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Edamame termasuk komoditas strategis karena hasil produksi yang tinggi
dan memiliki pangsa pasar yang luas. Kabupaten Jember terkenal sebagai
produsen edamame, karena kondisi wilayah yang sesuai dengan edamame dan
pemerintah setempat mendukung edamame sebagai komoditas unggulan Jember.
Permasalahan komoditas edamame salah satunya adalah distribusi yang tidak
optimal, sehingga menyebabkan risiko pengurangan kualitas maupun kuantitas.
Agroindustri edamame di Kabupaten Jember yang mengalami kendala tersebut
adalah PT Gading Mas Indonesia Teguh. Manajemen rantai pasok dapat menjadi
solusi bagi permasalahan pada distribusi edamame. Adapun tujuan penelitian ini,
yaitu (1) mengetahui pola aliran produk, aliran finansial, dan aliran informasi
pada manajemen rantai pasok edamame di PT Gading Mas Indonesia Teguh dan
(2) mengetahui kinerja rantai pasok edamame di PT Gading Mas Indonesia
Teguh.
Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive method yaitu di PT
Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) di Kabupaten Jember. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif dan analitik. Penentuan informan menggunakan
purposive method kemudian dilanjutkan dengan snowball sampling pada rantai
pasok edamame di PT GMIT. Data yang digunakan data primer dan sekunder,
data primer dari buku, jurnal, dan instansi terkait, sedangkan data sekunder dari
wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif untuk
mendeskripsikan aliran rantai pasok dan supply chain operation reference
(SCOR) untuk mengetahui kinerja rantai pasok edamame pada PT GMIT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 2 saluran rantai pasok
edamame yaitu saluran I terdiri dari petani mitra, PT GMIT, distributor, retailer,
dan konsumen akhir, saluran II terdiri dari petani mitra, PT GMIT, PT Asia Jaya Indonesia (AJI), dan importir. Aliran produk memiliki kriteria dipanen 70 HST,
polong berwarna hijau segar, bebas HPT, residu rendah, lolos sertifikasi, dan
sesuai standar. Aliran finansial meliputi metode transaksi yaitu tempo 1 minggu
administrasi untuk pembayaran bonus petani mitra, metode pembayaran secara
tunai atau transfer antar bank. Aliran informasi meliputi kualitas, ketersediaan
stok, harga, teknik budidaya edamame serta ketentuan kontrak antara pelaku
rantai pasok; (2) kinerja rantai pasok edamame pada PT GMIT produk edamame
fresh pada PT GMIT dengan posisi superior terdapat pada indikator kinerja
pengiriman, fleksibilitas, lead time, siklus pemenuhan pesanan dan siklus cash to
cash. Indikator yang berada pada posisi advantage yaitu persediaan harian.
Indikator dengan posisi dibawah parity yaitu pemenuhan permintaan dan total
supply chain cost.
Description
Reupload Repository Maya 25 Maret 2026
