Analisis Jumlah Makrofag pada Soket Gigi Pasca Pencabutan Gigi Tikus Model Diabetes Melitus Setelah Pemberian Larutan Bubuk Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea arabica L.)
| dc.contributor.author | Mochamad Najib Ziaulhaq | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-18T03:40:44Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-15 | |
| dc.description | Reupload file repositori 18 Feb 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Pencabutan gigi merupakan prosedur medis yang menjadi pilihan terakhir jika gigi tidak dapat diperbaiki melalui perawatan lain. Pada pasien diabetes melitus, pencabutan gigi berisiko tinggi karena kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah, memperlambat penyembuhan luka, dan meningkatkan risiko infeksi (Lestari et al., 2023). Proses penyembuhan luka terdiri dari empat tahap, di mana makrofag berperan penting dalam fase inflamasi untuk membersihkan debris dan menghasilkan sitokin guna mendukung regenerasi jaringan (Dewi et al., 2020). Kulit buah kopi Arabika, yang kaya akan flavonoid dan kafein, memiliki potensi mempercepat penyembuhan luka dengan meningkatkan jumlah makrofag dan merangsang produksi VEGF. Flavonoid juga efektif sebagai antiinflamasi, sedangkan kandungan asam klorogenat dapat menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin (Duppa et al., 2022). Pada daerah Jember, limbah kulit kopi masih belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun potensinya dalam bidang kesehatan, khususnya untuk mempercepat penyembuhan luka, cukup besar (Purwandhini et al., 2023; Maliza et al., 2020)., sehingga penelitian ini berfokus pada analisis jumlah sel makrofag pada soket asca pencabutan gigi pada tikus model diabetes melitus yang diberikan bubuk kulit buah kopi Arabika. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kedokteran Gigi Dasar pada bulan Juni-Desember 2024. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan pendekatan post test only control group design. Penelitian melibatkan 27 ekor tikus Wistar jantan yang kemudian dibagi menjadi 3 kelompok: kelompok kontrol negatif dengan pemberian aquades, kelompok kontrol positif dengan pemberian metformin, dan kelompok perlakuan dengan pemberian larutan bubuk kulit buah kopi Arabika (Coffea arabica L.). Jumlah sel makrofag akan dianalisis melalui pemeriksaan histologi dengan menggunakan mikroskop. Hasil data kemudian akan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa pada kelompok kontrol negatif hari ke-3 menunjukkan rata-rata jumlah sel makrofag yang terendah sebesar 3 ± 1,30 yang meningkat pada hari ke-7 dengan rata-rata jumlah sel makrofag sebesar 5 ± 2,09. Sedangkan, untuk kelompok kontrol positif hari ke-3 memiliki rata-rata jumlah sel makrofag sebesar 5 ± 2,30 yang turun secara berkala dengan besar rata-rata jumlah sel makrofag sebesar 2 ± 1,13 pada hari ke-10. Pada elompok perlakuan hari ke-3 ditemukan rata-rata jumlah sel makrofag dengan nilai tertinggi sebesar 6 ± 2,38 yang kemudian turun secara berkala hingga pada hari ke-10 didapatkan rata-rata 2 ± 0,90. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah sel, tampak grafik perubahan rata-rata jumlah sel makrofag pada kelompok perlakuan hari ke-3, 7, dan 10 lebih mendekati respon penyembuhan luka normal bila dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif tanpa adanya pemberian larutan bubuk kulit buah kopi Arabika. Adanya hasil perhitungan jumlah sel makrofag tersebut mengindikasikan adanya pengaruh dari pemberian larutan bubuk kulit buah kopi Arabika (Coffea arabica L.) terhadap respon penyembuhan luka, yang ditandai dengan sel makrofag. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. drg. Tecky Indriana, M.Kes DPA: drg. Budi Yuwono, M.Kes | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3439 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran Gigi | |
| dc.subject | Makrofag | |
| dc.title | Analisis Jumlah Makrofag pada Soket Gigi Pasca Pencabutan Gigi Tikus Model Diabetes Melitus Setelah Pemberian Larutan Bubuk Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea arabica L.) | |
| dc.type | Other |
