Kebijakan De-Risking dalam Hubungan Ekonomi Jerman-Tiongkok

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Penelitian ini memiliki Tujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan De-Risking Jerman dalam mengelola ketergantungan ekonomi terhadap Tiongkok. Kebijakan ini muncul sebagai suatu respons terhadap meningkatnya kesadaran Jerman mengenai risiko ketergantungan ekonomi yang terlalu besar pada suatu negara, terutama setelah pandemi COVID-19 dan invasi Rusia ke Ukraina. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan memanfaatkan sumber sekunder seperti buku, jurnal ilmiah, dokumen resmi, laporan lembaga, dan publikasi pemerintah. Menggunakan kerangka teori Ekonomi Politik Internasional dan perspektif geoekonomi Edward N. Luttwak untuk melihat penggunaan instrumen ekonomi sebagai bagian dari strategi negara dalam mengurangi kerentanan dan menjaga kepentingan strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan de-risking Jerman dilakukan melalui pembatasan jaminan investasi, diversifikasi rantai pasok, pengamanan bahan baku kritis, serta penguatan dan perlindungan teknologi strategis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa de-risking bukan merupakan upaya pemutusan hubungan ekonomi dengan Tiongkok, melainkan strategi selektif untuk mengurangi ketergantungan dan memperkuat keamanan ekonomi Jerman.

Description

FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 18

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By