Gambaran Beban Kerja Tenaga Rekam Medis dengan Metode Full Time Equivalent di RSUD Blambangan

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Rekam medis rawat inap di RSUD Blambangan masih menggunakan sistem manual, hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya beban kerja yang lebih besar dibandingkan dengan perekam medis yang telah menggunakan sistem rekam medis elektronik (RME). Beban kerja rekam medis dapat berpengaruh terhadap kinerja perekam medis, kinerja tersebut dapat dilihat melalui SPM rekam medis. Terdapat 2 indikator rekam medis di RSUD Blambangan yang belum memenuhi standar indikator sebesar 100% yaitu kelengkapan berkas rekam medis dan kelengkapan Informed Consent. Berdasarkan data hasil analisis jabatan yang dilakukan pada tahun 2020 terdapat 2 dari 7 (28,5%) perekam medis rawat yang memiliki beban kerja berlebih. Selain itu, terdapat 1 dari 7 (14%) perekam medis mengalami beban kerja rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran beban kerja perekam medis rawat inap di RSUD Blambangan dengan metode Full Time Equivalent (FTE) yang dilihat berdasarkan waktu kerja tersedia, standar kelonggaran, standar beban kerja serta kebutuhan tenaga rekam medis. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif melalui wawancara dan observasi terhadap norma waktu dari uraian tugas perekam medis. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2024 di RSUD Blambangan. Adapun subjek penelitian yaitu 7 perekam medis rawat inap di instalasi rekam medis. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan FTE didapatkan Waktu Kerja Tersedia (WKT) perekam medis sebesar 1.650 jam/tahun atau 99.000 menit/tahun. Standar kelonggaran (allowance) sebesar 29.760 menit/tahun sehingga WKT yang digunakan menjadi 69.240 menit/tahun. Standar Beban Kerja berdasarkan hasil perhitungan dengan metode Full Time Equivalent adalah RM 1 sebesar 31.992 menit/tahun, RM 2 sebesar 93.084 menit/tahun, RM 3 sebesar 42.230 menit/tahun, RM 4 sebesar 76.262 menit/tahun, RM 5 sebesar 40.727 menit/tahun, RM 6 sebesar 98.810 menit/tahun, dan RM 7 sebesar 35.943 menit/tahun. Berdasarkan hasil perhitungan indeks FTE pada masing-masing uraian tugas perekam medis didapatkan hasil perhitungan beban kerja RM 1 sebesar 0,89 (underload), beban kerja RM 2 sebesar 1,77 (overload), beban kerja RM 3 sebesar 1,04 (inload), beban kerja RM 4 sebesar 1,53 (overload), beban kerja RM 5 sebesar 1,02 (inload), beban kerja RM 6 sebesar 1,86 (overload), dan beban kerja RM 7 sebesar 0,95 (underload). Kebutuhan tenaga perekam medis berdasarkan perhitungan FTE yaitu tenaga assembling sebanyak 7 orang, filling sebanyak 2 orang, visum sebanyak 1 orang dan pelaporan sebanyak 2 orang. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat diketahui jumlah kebutuhan perekam medis rawat inap di instalasi rekam medis sebanyak 7 perekam medis. Berdasarkan pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa waktu kerja perekam medis rawat inap di RSUD Blambangan yaitu sebesar 1.650 jam/tahun atau 99.000 menit/tahun. Standar kelonggaran (allowance) yaitu sebesar 495 jam/tahun atau 29.760 menit/tahun. Waktu kerja tersedia setelah adanya allowance sebesar 69.240 menit/tahun. Terdapat sebanyak 2 perekam medis menerima beban kerja rendah, sebanyak 2 perekam medis yang menerima beban kerja normal, dan sebanyak 3 perekam medis menerima beban kerja berlebih. Pada hasil perhitungan kebutuhan tenaga rekam medis di instalasi rekam medis tidak terdapat adanya kesenjangan antara jumlah aktual dan jumlah ideal kebutuhan perekam medis berdasarkan metode Full Time Equivalent (FTE) yaitu didapatkan hasil kebutuhan perekam medis sebanyak 7 orang. Saran yang dapat diberikan yaitu adanya penambahan tugas kepada perekam medis dengan beban kerja yang dikategorikan rendah, pengurangan beban kerja perekam medis dengan beban kerja yang dikategorikan tinggi atau melakukan penataan ulang tugas perekam medis agar beban kerja yang diterima merata. Namun pembagian tugas harus tetap mempertimbangkan kompetensi yang dimiliki oleh perekam medis. Selain itu, perekam medis membutuhkan adanya pelatihan RME sebagai pengenalan awal menuju transisi RME dan dibutuhkan 1 unit komputer untuk RM 2.

Description

Reupload File Repository 21 Mei 2026_Yudi Validasi_26 Mei 2026_Yudi_Naomy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By