Identifikasi dan Uji Potensi Jamur Nematofagus pada Lahan Agroforestri Kopi Kawasan Gunung Ijen serta Pemanfaatannya sebagai Booklet
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Organisme pengganggu tanaman (OPT) pada kopi memiliki dampak
merugikan bagi tanaman budidaya, salah satunya yaitu nematoda parasit.
Nematoda parasit menyebabkan tanaman kopi mati secara perlahan, sehingga
produksi kopi menurun. Penurunan produksi kopi akibat serangan nematoda
parasit pada tanaman kopi robusta mencapai 28,7%-78,4%. Fokus pengendalian
nematoda parasit pada tanaman kopi sampai saat ini masih menggunakan bahan
kimia yang berdampak negatif pada penurunan kualitas lahan, resurjensi hama
non-target, serta resistensi nematoda parasit. Pencarian alternatif pengendalian
sangat perlu dilakukan dengan menerapkan konsep pengendalian hama terpadu
(PHT) yaitu membatasi penggunaan pestisida serta memberdayakan musuh alami.
Pemberdayaan musuh alami dapat menekan populasi hama dan penjagaan
ekosistem. Salah satu musuh alami potensial yang mampu digunakan untuk
mengendalikan nematoda parasit yaitu jamur nematofagus. Jamur nematofagus
adalah organisme yang dapat mempredasi nematoda untuk mendapatkan nutrisi.
Jamur nematofagus banyak ditemukan di tempat yang sama dengan habitat
nematoda serta mengandung bahan organik yang tinggi. Salah satunya yaitu pada
tempat yang memiliki serasah, seperti lahan agroforestri. Oleh karenanya perlu
dilakukan identifikasi dan uji potensi jamur nematofagus di Lahan Agroforestri
Kopi Kawasan Gunung Ijen, serta hasil yang didapat kemudian disebarluaskan
kepada masyarakat melalui media informasi berupa booklet yang layak
digunakan.
Penelitian ini berlangsung selama 7 bulan dari 5 Mei 2023 sampai 30
November 2023. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Penelitian ini
terdiri dari tahap isolasi, uji potensi, dan identifikasi jamur yang dilakukan di
Laboratorium Gembio FKIP UNEJ. Pada tahap isolasi jamur yang menggunakan
soil dilution dengan sampel tanah dari Lahan Agroforestri Kopi Kawasan Gunung
Ijen diperoleh 11 kode isolat jamur. 11 isolat jamur yang ditemukan kemudian
dilakukan uji potensi jamur nematofagus dan uji in vitro nematoda. Kemudian
ditemukan 7 kode isolat yang berpotensi sebagai jamur nematofagus. Identifikasi
jamur dilakukan dengan cara mengamati secara makroskopis yaitu morfologi pada
koloni jamur dan mikroskopis yaitu melihat hifa dan konidia, lalu dicocokkan
dengan kunci identifikasi.
Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan 4 genus yang berhasil
diidentifikasi yaitu Paecilomyces, Aspergillus, Unidentified, dan Fusarium. Pada
uji potensi jamur yang ditemukan yaitu pada genus Paecilomyces, Unidentified,
dan Fusarium memiliki enzim protease dan fosfatase, sedangkan pada Aspergillus
memiliki enzim kitinase, protease, dan fosfatase. Hasil uji in vitro menyatakan
bahwa jamur dengan kode isolat F5 dari genus Aspergillus mendapatkan jumlah
mortalitas paling tinggi, sedangkan F2 mendapatkan jumlah mortalitas paling
rendah. Hasil yang telah ditemukan ini kemudian disebarluaskan kepada
masyarakat melalui media informasi berupa booklet. Booklet yang berjudul
“Jamur Nematofagus pada Lahan Agroforestri Kopi Kawasan Gunung Ijen” layak
dan dapat digunakan sebagai media informasi kepada masyarakat dengan
dilakukan beberapa revisi yang memiliki validasi booklet mencapai 88,6%.
Description
Validasi file repositori 10 Juli 2026_Firli
