Gambaran Pola Rugae Palatina Ayah dan Anak Kandung di Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran Gigi

Abstract

Odontologi forensik sangat penting dalam Identifikasi individu, terutama dalam kasus bencana massal di mana sulit untuk mengidentifikasi individu. Pemeriksaan pola rugae palatina, juga dikenal sebagai rugoscopy, adalah salah satu metode identifikasi sekunder yang dapat digunakan karena sifatnya yang unik dan relatif stabil sepanjang hidup. Rugae palatina merupakan salah satu anatomi jaringan lunak terletak di dalam rongga mulut yang dapat digunakan dalam membantu menelusuri hubungan kekerabatan antara orangtua dan anak karena rugae palatina memiliki potensi pewarisan genetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola rugae palatina pada ayah dan anak kandung di Kabupaten Jember berdasarkan bentuk dan unifikasi menurut klasifikasi Thomas dan Kotze (1983). Penelitian ini merupakan observasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 50 pasangan ayah dan anak kandung yang dipilih dengan metode kuota sampling untuk penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan fotografi intraoral. Setelah data dikumpulkan melalui foto intraoral rahang atas, bentuk (wavy, curved, straight, circular) dan unifikasi (divergent, convergent) rugae palatina diidentifikasi dan dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-square. Dengan tingkat signifikansi p < 0,05, data dianalisis secara statistik dan deskriptif menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk rugae palatina bergelombang (wavy) adalah yang paling dominan pada kelompok ayah dan anak. Bentuk sirkuler paling jarang ditemukan. Berdasarkan unifikasi, pola divergen merupakan pola yang lebih dominan dan lebih sering dijumpai pada kedua kelompok dibandingkan dengan pola konvergen. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa sebagian besar variabel pola rugae, baik bentuk maupun unifikasi, menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Penelitian ini menemukan bahwa terdapat kemiripan pola rugae palatina antara ayah dan anak kandung di Kabupaten Jember. Hasilnya memperkuat pernyataan bahwa rugoscopy dapat digunakan sebagai salah satu metode identifikasi sekunder yang dapat membantu dalam identifikasi forensik.

Description

Validasi dan Finalisasi Ratna 22 Juli 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By