Penurunan Kadar Glukosa Darah oleh Cuka Apel pada Mencit yang diinduksi Deksametason
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Jumlah pengidap diabetes melitus (DM) di dunia sebanyak 425 juta pada
tahun 2017. Indonesia menempati urutan keenam setelah Cina, India dan Amerika
Serikat, Brazil, dan Mexico dengan estimasi pengidap DM sebesar 10,3 juta jiwa.
Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menunjukkan
prevalensi DM di Indonesia berdasarkan diagnosis atau gejala sebesar 2,1%.
Penggunaan obat antidiabetik biasanya berlangsung lama dengan efek samping
yang besar. Oleh karena itu, diperlukan suatu alternatif pengobatan yang
mempunyai efek samping rendah dan khasiatnya tidak berbeda jauh dengan obat
sintetik. Salah satu alternatif pengobatan tersebut ialah buah apel yang diolah
menjadi cuka apel. Penelitian terdahulu menyimpulkan pemberian cuka apel dosis
2 mL/kgBB secara bermakna menurunkan kadar glukosa darah tikus wistar (200
gram) yang diinduksi streptozotocin. Pemberian cuka apel dosis 0,7 mL dapat
menurunkan kadar glukosa darah tikus wistar (150 gram) yang diinduksi
streptozotocin. Hal ini bertolak belakang dengan penelitian lain yang
menyebutkan pemberian cuka apel dosis 0,54 mL/200 gBB tidak memberikan
efek hipoglikemik pada tikus wistar (200 gram) yang diinduksi aloksan.
Penulis ingin mengetahui penurunan kadar glukosa darah dan dosis efektif
cuka apel dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit yang diinduksi
deksametason. Manfaat keilmuan penelitian ini dapat dijadikan landasan teoritis
untuk penurunan kadar glukosa darah oleh cuka apel dan dapat digunakan sebagai
acuan dasar untuk penelitian lebih lanjut tentang penurunan kadar glukosa darah
oleh cuka apel. Selain itu, manfaat bagi masyarakat dapat menambah pengetahuan
masyarakat tentang penurunan kadar glukosa darah oleh cuka apel dan
memberikan nilai tambah cuka apel. Selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat
memotivasi pemerintah dalam pengembangan produksi cuka apel di
Indonesia.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian true experimental laboratories
dengan rancangan penelitian pre and post test with control group design.
Penelitian ini menggunakan mencit sebanyak 28 ekor. Mencit diberikan
deksametason selama 10 hari untuk menginduksi diabetes. Setelah mengalami
diabetes, mencit dibagi menjadi 7 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol
negatif, kelompok kontrol positif, dan kelompok perlakuan volume cuka apel
sebanyak 0,0625 mL; 0,125 mL; 0,25 mL; 0,5 mL; dan 1 mL. Data hasil
penelitian didapatkan ΔGDP pada masing-masing kelompok. Selanjutnya
persentase penurunan kadar glukosa dihitung menggunakan rumus. Penghitungan
dosis efektif dengan cara analisis regresi menggunakan kurva persentase
penurunan kadar glukosa darah.
Data yang diperoleh dapat diketahui ΔGDP pada masing-masing
kelompok. Hasil ΔGDP kelompok P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut adalah 24,5
mg/dL; 21,25 mg/dL; 40 mg/dL; dan 28,5 mg/dL. Hal ini menunjukkan
pemberian cuka apel dapat menyebabkan penurunan kadar glukosa darah pada
mencit. Pada penelitian ini menunjukkan puncak tertinggi persentase penurunan
kadar glukosa darah tidak mencapai ED50. Hasil akhir menunjukkan dosis efektif
maksimum cuka apel dalam menurunkan kadar glukosa darah sebesar 0,341 mL
dengan persentase penurunan kadar glukosa darah sebesar 18,6%.
Description
Reupload file repositori 9 april 2026 agus/dea
