Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Sablo (Acalypha wilkesiana) Terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Pada Luka
| dc.contributor.author | Adien Berliana Dwi Rizqi | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-13T02:26:39Z | |
| dc.date.issued | 2025-05-19 | |
| dc.description | Reaploud Repository February_agus | |
| dc.description.abstract | Bakteri memiliki manfaat dalam keberlangsungan hidup manusia. Namun, dalam situasi tertentu bakteri dapat bersifat patogen bagi tubuh dan menyebabkan infeksi. Untuk menangani infeksi akibat bakteri dibutuhkan sebuah agen antimikroba, yaitu antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan penurunan sensitivitas bakteri terhadap antibiotik sehingga terjadi resistensi. Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri penyebab infeksi pada luka yang terjadi di permukaan kulit akibat trauma (Ekawati dkk., 2018). Selain itu, bakteri tersebut tergolong patogen ESKAPE (Enterococcus faecium, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii, Pseudomonas aeruginosa, dan Enterobacter spp.), yang membutuhkan antibiotik baru karena resisten terhadap berbagai jenis antibiotik (Mulani dkk., 2019). Resistensi bakteri terhadap berbagai antibiotik menjadi dasar untuk mencari alternatif lain dari bahan alami, seperti ekstrak tumbuhan. Daun tumbuhan sablo (Acalypha wilkesiana Mull. Arg.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai agen antibakteri (Majekodunmi dan Nubani, 2014). Menurut penelitian Bedona dkk., (2024) ekstrak etanol daun sablo 10 %w/v menunjukkan aktivitas antibakteri yang baik terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa sehingga ekstrak tersebut berpotensi untuk dikembangkan dalam sediaan topikal. Pemilihan sediaan topikal bertujuan untuk menghilangkan risiko metabolisme lintas pertama dan inkompatibilitas gastrointestinal. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak memiliki permasalahan terkait kelarutan sehingga untuk mengatasinya digunakan sistem nanoteknologi, yaitu nanoemulsi. Nanoemulsi dinilai dapat meningkatkan kelarutan dan penetrasi | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. apt. Lina Winarti, S.Farm., M.Sc. Dosen Pembimbing Anggota : Prof. Erlia Narulita, S.Pd., M.Si., Ph.D. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3245 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | Nanoemulsi | |
| dc.subject | Etanol Daun Sablo | |
| dc.subject | Acalypha wilkesiana | |
| dc.subject | Infeksi | |
| dc.subject | Luka | |
| dc.title | Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Sablo (Acalypha wilkesiana) Terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Pada Luka | |
| dc.type | Other |
